Rastra Tak Bermutu Serta Bau Masyarakat Desa Bengkak Menolak

Rastra Tak Bermutu Serta Bau, Masyarakat Desa Bengkak Menolak

BANYUWANGI,-JATIM, (PERAK).- Lagi-lagi bantuan Beras Sejahtera (Rastra), kembali menjadi persoalan penerimanya, bahkan warga enggan mengambil jatah beras yang tidak layak konsumsi tersebut, selain warna berasnya hitam dan kekuning-kuningan, beras tersebut ada kutunya. Kejadian ini terjadi di Desa Bengkak, Kec. Wongsorejo, senin siang, tepatnya pukul 12:15 Wib. Para penerima beras tidak mau menerima dan mengembalikannya ke balai desa, warga meminta kepada aparat desa hendaknya jangan mau menerima beras dengan kualitas yang sangat jelek, akibat kualitas Rastra yang dulunya bernama Beras Miskin (Raskin) yang sangat jelek,  warga Desa Bengkak, sepakat tidak mau mengambil lagi jatah beras tersebut, akibatnya puluhan karung beras masih menumpuk diaula Desa Bengkak.

Menurut keterangan Ketua RT 04 RW 05, Dusun Krajan, Desa Bengkak, Herman kepada Perak memaparkan,”Dengan tegas kami menolak penerimaan Rastra yang kualitasnya sangat dibawah standar tersebut, padahal beras ini untuk dikonsumsi manusia bukan untuk dikonsumsi oleh hewan, seharusnya pihak pemerintah lebih paham, jika beras ini didistribusikan kepada warga, kasihan warga mereka harus menggiling lagi, agar warna kecoklatannya hilang, kasihan masyarakat yang menerimanya jika beras dengan mutu seperti ini dibagikan kepada warga, selain berasnya sudah bau, warnanya kecoklatan ada kutunya lagi,”tandas Herman.

Hal serupa juga dikeluhkan Ishak alias Robert warga Desa Wongsorejo, kepada Perak mengatakan bahwa, ia sangat kecewa dengan mutu beras yang dikirim oleh Bulog, yang diperuntukan warga kurang mampu tersebut, Ishak meminta kepada aparat Desa tidak asal menerima beras jatah tersebut,”Kalau mutu berasnya jelek, ya mbok di kembalikan saja, jangan mau menerimanya, jikalau warga diberi beras yang mutunya tidak layak konsumsi, kenapa pak kadesnya diam saja, tolak dong,”ujar Ishak.

Ketika Perak hendak mengonfirmasi Kades Bengkak, Lutfi Efendi tidak ada di tempat, hanya ada Sekretaris Desa, namun pada Saat ditanya tentang mutu beras Rastra tersebut, ia mengaku tidak mengerti dan mutunya memang seperti itu, “Bulog ngirimnya ya beras itu, habis bagaimana lagi,” jawabnya.

(Leo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here