oleh

PLN ULP Cikajang Gerak Cepat Pulihkan Pasokan Listrik Sekaligus Lakukan Upaya Preventif Hadapi Cuaca Ekstrem

PERAKNEW.com – Menghadapi Tantangan Cuaca Ekstrem, PT PLN (Persero) UP3 Garut melalui Unit Layanan Pelanggan Cikajang, berupaya untuk memulihkan pasokan listrik yang terdampak padam karena banyaknya titik gangguan yang diakibatkan pohon tumbang di wilayah Garut Selatan, Sabtu, 09 Maret 2024.

Ditengah cuaca ekstrem, petugas PLN ULP Cikajang tidak pantang menyerah dalam menghadapi gangguan listrik akibat pohon tumbang. Selain upaya perbaikan korektif yang dilakukan, PLN ULP Cikajang juga melakukan upaya preventif berupa penebangan pohon yang posisinya sangat berpotensi terkena jaringan listrik dan melakukan perbaikan konstruksi jaringan SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah) 20 kV di beberapa ruas wilayah Garut Selatan untuk mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrim berulang.

Manager PLN UP3 Garut, Grahaita Gumelar, menyoroti tantangan khusus di daerah Garut Selatan, di mana kondisi jaringan listrik yang melintasi hutan dan perkebunan, serta tidak terakses jalan menjadi hambatan yang cukup sulit dalam melakukan perbaikan. Meskipun demikian, petugas PLN tetap berkomitmen untuk terus berupaya memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, yang menjadi kunci dalam peningkatan aktivitas perekonomian dan pelayanan fasilitas umum.

Baca Juga : Pasar Cipunagara Kebakaran Akibat Konsleting Listrik

“Komitmen kami, masyarakat dapat menikmati listrik yang andal sehingga kegiatan ekonomi dan ibadah di Bulan Suci Ramadhan menjadi lancar”, tutur Grahaita Gumelar.

“PLN sangat optimisme bisa melewati cuaca ekstrem ini dengan tetap menghadirkan kualitas tenaga listrik yang andal dengan terus melakukan upaya preventif yang berkelanjutan untuk menjaga pasokan listrik bagi masyarakat”, terangnya.

Sementara itu General Manager PLN UID Jawa Barat, Susiana Mutia juga menghimbau kepada masyarakat dan pelanggan agar dapat ikut berpartisipasi dalam menjaga keandalan jaringan listrik. Adapun langkah yang diambil antara lain dengan berinisiatif menjaga jarak aman benda, bangunan dan pohon dari jaringan listrik PLN, minimal 2.5 meter.

“Jika masyarakat akan melaksanakan perabasan atau pemotongan pohon yang dekat dengan jaringan listrik, hendaknya juga dapat berkoordinasi langsung dengan PLN, untuk dapat dilakukan pencegahan dan penanganan secara aman,” terang Susiana Mutia.

Baca Juga : Sidang Kasus Pembunuhan Ibu & Anak di Jalancagak Akan Segera Digelar di PN Subang

Susiana Mutia menambahkan, “Dan bagi masyarakat yang mendapati tim PLN melaksanakan kegiatan perabasan terhadap pohon-pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik, hendaknya juga diberikan izin. Pasalnya, patut disadari bahwa keamanan dan keandalan pasokan listrik adalah kebutuhan bersama”, tutupnya. (Herna)

Berita Lainnya