oleh

Petani Penggarap PT SHS Menjerit Lagi, (Part 3) Alasan Tak Produktif, Dirut PT SHS Cabut Ribuan Hektar Lahan Garapan Petani

PERAKNEW.com- Dengan dalih, bahwa ribuan hektar areal pertaniannya itu sudah kurang produktif digarap oleh petani mitra asli warga pribumi ini, diera kepemimpinan Maryono sebagai Direktur Utama (Dirut) PT SHS yang baru ini akan diambil alih garapannya secara bertahap untuk dikelola sendiri atau yang biasa disebut swakelola oleh perusahaan katanya agar bisa produktif kembali dan saat ini sudah seluas 200 (Dua ratus) hektar yang diambil alih garapannya. Selanjutnya berencana akan memutus kerjasama dengan ribuan petani mitranya atas hak garap pengelolaan ribuan hektar sawah di HGU PT SHS,

Namun Maryono berjanji, bahwa setelah kondisi lahan kembali pulih dan bisa menghasilkan panen padi 8 (Delapan) sampai 9 (Sembilan) Ton per hektar akan dimitrakan kembali dengan petani.

Menurut Maryono disela melakukan tanam padi perdana programnya di areal seluas 200 hektar tersebut, pada tanggal 11 Februari 2022 lalu, “Kita, SHS punya sawah 3.200 hektar kurang lebihnya, yang kondisinya saat ini marjinal, telah lama diekploitasi, kualitasnya gak begitu bagus, jadi semakin hari semakin menurun. Jadi kita mulai tanam untuk memperbaiki kondisi sawah kita, yang bagus itu PHnya sekitar 6 sampai 7 setengah, tanah kita udah 4 setengah PHnya, artinya terlalu asam,” ujarnya.

Baca Juga : Petani Penggarap PT SHS Menjerit Lagi, (Part 4) Biaya Sewa Lahan Dinaikan

Lanjut Maryono, “Untuk menaikan PH tanah kita, kalau dibebankan ke petani terlalu berat, harus menambahkan kapur, organik yang sangat besar biayanya, sekarang kita tanami swakelola dalam artian tidak hanya untuk kita, next step nanti mungkin tahun depan atau 4 musim tanam kembali bagus lagi, hasilnya bukan 6 ton lagi, “Prinsip kami, ketika Sang Hyang Seri sejahtera, petani juga sejahtera, kami tidak akan pernah melupakan para petani kita. Jadi tidak akan kami nikmati sendiri, kita tidak akan bersaing dengan mereka, ketika PHnya sudah naik kembali, hasil panennya 8 sampai 9 Ton, kita akan mitrakan kembali dengan petani,” katanya.

Biaya program swakelola ini dijelaskannya, “Semua biayanya full dari Sang Hyang Seri, swakelola sekarang kita tanam benih padi varietas inpari 32 dan pak tiwi, nanti di sawah S 21 kita akan mencoba Varietas unggul kita yang memang sekarang belum dirilis, nanti hasilnya bisa 9 ton setengah itu wangi, sangat luar biasa. Jadi kita bukan target luas, tapi kalau bisa semua sawah kita yang 3200 hektar itu kita perbaiki, karena untuk bisa memperbaiki tanah itu butuh biaya, biasanya kalau petani itukan cuma pupuk subsidi yah. Sang Hyang Seri itu swakelola sementara, kita pinjam ke petani biarpun ini milik kita, kita bekerjasama dengan Gajah Mada dan Pupuk Kujang semua masih dianalisa tanahnya, normalnya itu 3 kali musim tanam sudah mulai membagus, tapi pada intinya kami tidak akan merugikan petani kita, tidak akan mendzolimi petani mitra,” jelasnya berjanji. (Tim)

Berita Lainnya