oleh

Petani Penggarap PT SHS Menjerit Lagi, (Part 2) “Petani Diduga Ditipu Holding PT SHS Tanam Padi IF 16 dan IF 8”

PERAKNEW.com- Petani penggarap di Blok L 17, L 19 dan L 21 areal HGU PT SHS juga diduga telah tertipu sebelumnya, sehingga mereka mengalami kerugian puluhan juta rupiah dengan program Uji Coba atau Demplot Tanam Benih Padi Varietas IF 16 dan IF 8 Indonesian Center for Biodiversity and Biotechnology (ICBB) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), dimana RNI ini adalah merupakan Holding PT SHS di Musim Tanam 2020-2021.

Akibatnya petani penggarap PT SHS tersebut, mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah, karena tonase padi hasil panennya tidak sesuai dengan prediksi panen yang direncanakan ICBB dan RNI, yaitu mencapai 10 sampai 12 ton per hektar. Faktanya, IF16 hasil panennya hanya dapat 3 (tiga) hingga 4 (empat) ton per hektar dan IF8 hanya 4 sampai 6 (enam) ton per hektar.

Terkait hal tersebut, para petani di Blok L19 sempat melayangkan surat permohonan ganti rugi kepada ICBB dan RNI melalui PT SHS selaku pemilik lahan Hak Guna Usaha (HGU)nya, yang diterima oleh Humas PT SHS, Zulham pada Bulan Januari 2021 lalu.

Namun hingga sekarang, pihak ICBB dan RNI maupun PT SHS terkesan tidak mau bertanggungjawab atas nasib para petani tersebut, karena sudah hampir satu tahun tidak ada jawaban apapun atas surat permohonan ganti rugi tersebut.

Dikatakan Ketua Kelompok Tani Blok L19, Anen, bahwa benar petani binaanya sudah melayangkan surat permohonan ganti rugi kepada ICBB dan RNI melalui PT SHS dan yang menerima humasnya, Kang Zulham, pada Bulan Januari 2021 lalu, tapi sampai saat ini tidak ada kabar apapun, terkesan ICBB dan RNI tidak bertanggung jawab atas perbuatannya ini, pihaknya juga telah minta ke PT SHS untuk membantunya, karena SHS adalah perusahaan yang menaungi petani tersebut.

Diungkapkan Humas PT SHS, Zulham beberapa bulan yang lalu menyebutkan bahawa terkait surat permohonan ganti rugi demplot IF 16 dan IF 8 di L19 itu, yang diserahkan pada Januari lalu, belum ada jawaban baik dari ICBB maupun RNI,  karena pihak SHS hanya sebagai jembatan saja atas masalah ini, jadi tidak bisa menekan pihak ICBB dan RNI untuk merealisasikan ganti rugi petani ini, kalau mau menagih ganti rugi ini secara langsung ke ICBB dan RNI, karena itu hak  petani yang merasa dirugikan.

Pada kesempatan waktu panen IF 16 dan IF 8 di Blok L19 itu, salah seorang Tim Pelaksana ICBB, Sofana didampingi salah seorang pejabat perwakilan dari RNI, Zaenal dan disaksikan GM KPKS PT SHS, Hidayat Nurdin yang dulu sebelum dijabat Agung Susanto, dihadapan para Petani L19 di lokasi panen berdalih, bahwa masa tanam tersebut baru uji coba. Awal proses, pertama pengolahan lahan, sampai dengan persiapan tandur/tanam, di situ masalahnya pertama air, sehingga waktu itu bibit seharusnya sudah tanam, akhirnya jadi terlambat sampai umur 32 (tiga puluh dua) hari, seharusnya sudah tanam pas umur 18 (delapan belas) hari. Jadi permasalahannya dari keterlambatan pengolahan lahan, selanjutnya dalam pemupukannya juga tidak tepat waktu.

Pernyataan Sofana, spontan dibantah oleh para petani L19 yang hadir, bahwa keterlambatan pengolahan tanah dan tanam itu, bukan kesalahan petani, tapi salah ICBB, kenapa telat mensosialisasikannya, sementara petani sudah melakukan tebar benih dan membajak sawah.

Baca Juga : Petani Penggarap PT SHS Menjerit Lagi, (Part 3) Alasan Tak Produktif, Dirut PT SHS Cabut Ribuan Hektar Lahan Garapan Petani

Lanjut petani, “Kurang baik bagaimana lagi kami, walau harus rugi doble biaya upah tebar benih dan pembajakan sawah hingga Rp900 ribu per hektar, tapi masih saja disalahkan, terus kata pak Sofana, pemupukan tidak tepat waktu, sangat keliru, nyatanya pemupukan padi IF16 dan IF8 ini, kami lakukan hingga maksimal, sampai harus nambah pupuk lagi dari yang ada,” jelasnya menandaskan.

Sementara, ketika disinggung tidak adanya sosialisasi uji coba tanam dua jenis benih kepada para petani tersebut, Sofana mengungkapkan, “Untuk IF16 belum memiliki sertifikat benih, kalau IF8 sudah ada sertifikatnya dan saya hanya tim pelaksana, mengenai sosialisasi tata cara teknis tanam benih ini bukan kebijakan saya,” ungkapnya.

Soal ganti rugi, Sofana berjanji, “Untuk tuntutan ganti rugi ini, saya akan sampaikan kepada pimpinan (Direktur ICBB, Dr. Ir. Andreas), karena saya hanya tim pelaksana saja,” ujarnya.

Pejabat Perwakilan RNI, Zaenal menambahkan, “Atas kejadian ini, kami akan mengadakan rapat dengan pihak ICBB juga PT SHS, untuk mencari solusinya dan hasilnya akan diinformasikan kepada bapak-bapak (Petani L19),” katanya.

Sementara itu, GM KPKS PT SHS, Hidayat Nurdin menyatakan, “Kami (PT SHS) hanya memenuhi kerjasama saja dengan ICBB melalui Holding kami, yaitu RNI,” tuturnya.

Mengenai masalah hasil panen tidak sesuai prediksi yang dijanjikan ICBB dan petani mengalami kerugian besar tersebut, lanjut Hidayat Nurdin, “Kerugian petani atas tanam IF16 dan IF8 ini bukan ranah kami, karena Benih IF16 dan IF8 ini juga kami beli dari ICBB,” terangnya prihatin atas nasib malang petani kerjasamanya tersebut, di musim panen akhir tahun 2020 ini. (Tim)

Berita Lainnya