Petani Ds Rancajaya Harapkan Normalisasi Saluran

oleh

Petani Ds Rancajaya Harapkan Normalisasi Saluran
PATOKBEUSI-SUBANG, (PERAK NEW).- Sudah sejak lama, para petani di Desa Rancamulya-Rancajaya, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang mengharapkan bantuan dari pemerintah terkait dalam hal normalisasi saluran sekunder BTT 27 hingga BTT 24 dilokasinya yang merupakan sumber air untuk mengairi ratusan hektar sawah mereka, karena telah bertahun-tahun lamanya pula mereka merasa lelah dengan secara manual menggunakan cangkul miliknya masing-masing harus melakukan normalisasi sekunder tersebut setiap musim tanam tiba, walaupun hasilnya kurang maksimal.

Atas kejadian itu, pada Tahun 2016 lalu sempat ada beberapa orang perwakilan pagawai Seksi Perum Jasa Tirta (PJT) II Divisi III Sukamandi yang datang menemui para petani tersebut dan membawa angin segar ditengah jeritan petani dan menjanjikan bahwa, pada Bulan Februari 2017 akan ada normalisasi saluran itu menggunakan alat berat/ bukan manual.

Namun, janji tinggalah janji, para petani kali ini memutuskan untuk pekerjaan normalisasi manual musim tanam kali ini dilakukan oleh sejumlah pegawai khusus yang digaji menggunakan dana swadaya agar hasilnya lebih baik dibanding dengan sebelumnya yang dilakukan secara gotong royong itu.

Demikian dipaparkan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Rancamulya, Bisri, S.E., Sabtu, (25/3/2017) didampingi oleh para tokoh petani setempat diantaranya bernama, H. Ma’at, Enjang Irawan, Muktar, Wirta dan Damik dilokasi pekerjaan normalisasi tersebut.

“Pada initinya atas masalah sawah selalu kekurangan air yang terjadi sudah bertahun-tahun ini, karena kebutuhan air sawah yang darurat hingga sekarang ini, kepada pemerintah daerah maupun pusat melalui pihak pengairan jangan janji saja bisanya, kami memohon bukti agar segera dilakukan normalisasi menggunakan alat berat,” paparnya seraya disepakati oleh para tokoh petani.

Sementara itu, di waktu bersamaan, Kades Rancamulya, Tasim mengatakan, “Benar! setiap musim tanam tiba selalu mengadakan gotong royong itu dan mengenai proyek normalisasi yang akan dilaksanakan di sekunder itu, dialihkan ke Desa Tambakjati, saya tidak tahu alasannya kenapa,” ujarnya dirumahnya.

Menyikapi permasalahan tersebut, Kepala PJT Seksi Sukamandi, Yusman Purnama berjanji akan turun ke lapangan untuk mengecek kondisi saluran dimaksud. Dia mengungkapkan kalua saluran itu pernah akan dilakukan normalisasi, tapi tidak kondusif dengan permukiman yang berdiri di pinggiran salurannya. Yusman pun menyarankan kepada warga untuk membuat pengajuan ke BBWSC.

“Kalau memang masyarakat mengharapkan benar, buat pengajuan saja ke BBWSC, tembusannya ke pihak kami. Saya baru menjabat disini kang, soal masalah di Rancamulya-Rancajaya ini belum tahu, tapi nanti saya akan coba turun kesana,” ujarnya berjanji, Kamis (30/3/2017) dikantornya. Hendra/Rohman/Anen
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *