CIPUNAGARA-SUBANG, (PERAKNEW).- Proyek Pengaspalan yang berlokasi di Dusun Santoaan Desa Padamulya Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang sarat dengan penyimpangan. Pasalnya terlihat jelas hasil pekerjaanya asal jadi, ketebalannya nyaris rata dengan tanah..

Berdasarkan hasil Investigasi tim Perak dan keterangan sumber dilapangan menyebutkan, bahwa pengerjaan proyek lapen di Dusun Santoaan yang bersumber dari dana desa tahun 2016 sekitar Rp260 juta, mulai dikerjakan dan diselesaikan pada awal bulan Februari 2017, kualitasnya pun jauh dibawah standar bistek dan terkesan asal jadi.

Anehnya baru saja selesai di kerjakan beberapa hari sejumlah titik sudah tergerus air hujan. Saat Perak mengkonfirmasi warga sekitar menyesalkan kualitas pekerjaan pengaspalan yang asal- asalan tersebut.

Dari beberapa sumber yang menginformasikan kepada Perak, bahwa terkait pekerjaan yang asala- asalan tersebut warga dusun Satoaan sempat geram kepada kepala desa dan ada berniat akan melaporkannya kepada Polres Subang karena sebelumnya urung mengerjakan pekerjaan pengaspalan tersebut.

Ketika dikonfirmasi kades Padamulya Momo membenarkan  bahwa anggaran pengerjaan proyek tersebut bersumber dari dana desa dengan pagu anggaran sekitar Rp260 juta.

“Terkait pekerjaan pengaspalan di Santoaan, itu bersumber dari dana desa tahun 2016 dan anggarannya sekitar Rp260 juta,” ungkapnya kepada Perak.
Saat disinggung terkait kisruh dilapangan soal warga yang geram terhadap kepala desa, Momo pun membenarkan, “Ya benar warga Satoaan sempat kisruh, namun saya diamkan, mangkanya baru saya kerjakan pekerjaan tersebut, kalau sudah aman kondusif baru saya kerjakan,” elak Momo. Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here