Nikah Lagi, Yayat Diduga Palsukan Data

oleh


PURWADADI-SUBANG, (PERAKNEW).- Pernikahan bagi masyarakat merupakan peristiwa sakral yang tentu saja dinyatakan sah jika sudah mendapat pengesahan secara agama dan pemerintah.

Lazimnya, pernikahan melibatkan sejumlah pihak yang bertanggung jawab atas legalitas pernikahan tersebut. Akan tetapi legalitas serta kesakralan pernikahan tersebut dilanggar oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Contohnya kasus pernikahan Yayat Riyatno warga dusun Kaum Hilir, Desa Cikaum Timur, dengan seorang perempuan bernama Sriyanti Susanti warga dusun Tanjungkerta, Desa Gandasari, kecamatan Cikaum pada tahun 2012 silam.

Saat itu, Yayat masih terikat pernikahan yang sah dengan seorang perempuan bernama Sri Nuryani. Pernikahan Yayat dengan Sriyanti ini terkuak saat Sri Nuryani mendatangi Kantor Urusan Agama (KUA) Cikaum, betapa kagetnya $ri Nuryani ketika diberi penjelasan oleh pegawai KUA Cikaum, bahwa suaminya sudah menikah secara resmi dengan Sriyanti Susanti dan buku nikah dikeluarkan pada tanggal 23-08-2012 serta sudah dicatatkan di KUA Cikaum.

Kepala KUA Cikaum pada waktu itu Drs, H.Syair, M.Si., yang sekarang menjabat sebagai kepala KUA Pagaden Barat, ketika dikonfirmasi Perak  Kamis (16/02), membenarkan adanya pernikahan tersebut, tetapi dia menyatakan KUA sebagai korban manipulasi data yang dikeluarkan oleh pihak Desa.

Syair menambahkan untuk pengecekan berkas-berkas dilakukan oleh penghulu, pada waktu itu KUA berani mengeluarkan buku nikah sebab berkas sudah lengkap.
“Kalau sekarang timbul masalah, berarti ada data-data yang dipalsukan oleh Desa. Selaku kepala KUA Cikaum pada waktu itu, saya telah dibohongi,”ujarnya.

Sementara itu,H.Usep kepala KUA Cikaum ketika dimintai tanggapannya membenarkan adanya pernikahan tersebut, bahkan dirinya sudah dipanggil oleh penyidik Polres Subang untuk dimintai keterangan atas laporan Sri Nuryani ke Polres. Lebih jauh H. Usep menuturkan,kalau petugas KUA itu hanya pencatat saja bukan penyidik.

“Sampai saat ini juga saya belum pernah ketemu sama yang bersangkutan,”tuturnya. Dia membenarkan kalau ada data yang dipalsukan oleh Desa, tapi ketika diminta oleh Perak data tersebut, Usep tidak memberikan dengan alasan sudah diserahkan ke penyidik.

“Silahkan konfirmasi ke penyidik atau langsung ke yang bersangkutan, tetapi sepengetahuannya Nuryani sudah mencabut laporan,” ucapnya menutup pembicaraan. Nuramid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *