http://www.peraknew.com/images/berita/peraknew-Korban-Pembacokan-Begal.png

http://www.peraknew.com/images/berita/peraknew-Korban-Pembacokan-Begal.png
PANTURA-SUBANG, (PERAKNEW).- Telah terjadi tindak kejahatan pembegalan sepeda motor di Wilayah Hukum Polsek Ciasem, tepatnya di Jalan 9, Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jum’at 10 Maret 2017 sekira Pukul 04:00 WIB dini hari.

Pembegalan dialami korban bernama Nanang, Warga Dusun Mulyasari, Desa Rancajaya, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang saat berkendara hendak pergi berbelanja ke pasar untuk memenuhi kebutuhan dagangan diwarung kecil miliknya.

Saat dipintai keterangan dirumahnya, Nanang menerangkan bahwa, pelaku yang membegalnya berjumlah tiga (3) orang, “kejadiannya sekitar jam empat (04) saya berkendara seorang diri hendak ke pasar untuk berbelanja barang dagangan diwarung saya, ditengah perjalanan tepat di toang sepi jalan Sembilan (9) tiba-tiba dari pinggir jalan sebelah kiri nampak ada tiga orang yang sedang berdiri dan satu diantaranya berlari menghampiri dan langsung membacok saya menggunakan samurai sampai berkali-kali pada kepala dan tangan saya, walaupun saya sudah menyelamatkan diri dan berlari, sikawanan begal tersebut sempat mengejar, saat itulah motor saya dibawa oleh mereka,” terang korban Jum’at (10/03/2017).

Nanang berharap dari kejadian ini, jangan sampai menimpa orang lain dan meminta kepada pemerintah agar jalan-jalan segera diperbaiki.
“Kalau misalkan jalannya bagus mah mungkin tidak akan terjadi hal seperti ini karena saya juga akan bisa lebih cepat lagi bawa kendaraannya dan mohon diberikan penerangan jalan,” ujarnya berharap.

Sementara, kejadian tersebutpun sebelumnya sering terjadi bukan hanya menimpa Nanang, namun pembegalan sudah terjadi sebanyak empat kali. Hal itu diungkapkan seorang Ketua RW setempat bernama Saleh yang juga sebagai korban yang pernah mengalami pembegalan dilokasi yang sama,

“Kejadian pembegalan di lokasi itu sudah sering terjadi, bahkan sudah empat kali, waktunya tidak tentu, kadang subuh, malam, kadang tengah malam, bahkan terjadi juga setelah magrib, saya tahu karena pernah menjadi korbannya, saat pergi ke pasar sekitar jam 3 subuh, namun saya nekad melawan semampu saya pada waktu itu, alhamdulillah saya lolos dari para pelaku pembegalan itu,” ungkap Saleh kepada Perak diwaktu bersamaan.

Menyikapi masalah tersebut, Kapolsek Ciasem, Kompol Dadang Cahyadiawan berjanji akan menindaklanjuti kasus  tersebut karena ciri-ciri pelakunya sudah ada meski buktinya belum akurat.

“Masih dalam penyelidikan,” uajrnya. Lebih lanjutnya, Dadang akan mengantisipasi tindak kejahatan di wilayah hukum Polsek Ciasem ini dengan meningkatkan patroli, baik secara terbuka maupun secara tertutup.

“Masalahnya waktu, karena pelaku pintar membaca langkah kita, seperti kaya kucing-kucingan sama kita. Tentunya saya selalu menghimbau dan menyarankan kepada masyarakat, apalagi para guru yang suka mengambil uang banyak dan agar tidak menggunakan perhiasan yang banyak, mintalah bantuan kepada pihak kepolisian untuk pengawalan dan kita juga tidak akan meminta bayaran apapun,” imbau Dadang. Hendra/Rohman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here