Pembangunan Jalan Purabaya-Jati-Saguling Amburadul Warga Kesal Ancam Ambil Kembali Tanah Hibah

oleh

PERAKONLINE NEW, KBB-SAGULING, (PERAK).- Sebanyak 29 warga Kec. Saguling Kab. Bandung Barat  (KBB) yang menghibahkan tanahnya untuk pelebaran proyek Jalan Purabaya-Jati-Saguling mulai kesal atas tidak jelasnya pekerjaan jalan sepanjang 16 kilometer tersebut. Bahkan, beberapa warga mengancam akan kembali mengambil tanah yang sudah dihibahkan sekitar 3 hektare.

Jalan Purabaya-Jati-Saguling rata-rata memiliki lebar 2,5 – 4 meter, namun sekarang dilebarkan menjadi 6 – 8 meter. Pelebaran jalan sudah dilaksanakan mulai dari kilometer 5,5 sampai kilometer 9,2 depan kantor Kec. Saguling.

“Wajar saja kami sebagai warga merasa kecewa atas pembangunan jalan yang tidak beres ini. Padahal warga sudah berbaik hati menghibahkan tanah demi kelencaran pembangunan jalan,” kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Sebagai bentuk kekecewaan atas tidak jelasnya pembangunan jalan, mereka berencana tidak menghibahkan tanah yang akan digunakan untuk pelebaran jalan tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Camat Saguling, Iyep Tamchur Rachmat membenarkannya. Munculnya rencana pengambilan tanah hibah tersebut merupakan bentuk kekesalan warga atas tidak tuntasnya pembangunan jalan.

“Tapi kami di kecamatan terus berupaya melakukan pendekatan kepada warga Desa Cikande. Saya yakinkan bahwa Jalan Purabaya-Jati-Saguling akan kembali dilanjutkan. Inshaa Allah melalui pendekatan yang terus dibangun dengan warga, niat untuk mengambil kembali tanah itu tidak akan terjadi,” kata Iyep, Senin (13/6).

Masih menurut Camat, kekecewaan warga sangat wajar karena Jalan Purabaya-Jati-Saguling yang tengah dibangun pemerintah dengan anggaran Rp. 23 miliar memiliki peran strategis bagi aktivitas warga. Bahkan tidak berlebihan jika jalan itu menjadi urat nadi perekonomian warga.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun Perak, proyek lanjutan pembangunan Jalan Purabaya-Jati-Saguling masih menunggu lelang. Hanya saja hingga sekarang, Pemkab Bandung Barat belum melakukan tender ulang untuk proyek jalan tersebut.

“Sekarang sedang dilaksanakan verifikasi lapangan. Kami harus memeriksa kembali tembok penahan tanahnya (TPT), saluran air, serta kondisi jalannya. Sehingga, diketahui apa saja yang dibutuhkan. Karena bagaimanapun, harus disesuaikan dengan anggaran yang ada. Setelah verifikasinya selesai dibuatkan harga perkiraan sendiri (HPS) barulah melangkah ke proses lelang,” kata Kasi Pembangunan Jalan Dinas Bina Marga Sumber Daya Air, Mineral, dan Pertambangan (DBSDAP) KBB, Muhamad Ridwan di Ngamprah, Senin (13/6).

Ridwan menargetkan dua bulan setelah Idul Fitri, proyek Jalan Purabaya-Jati-Saguling dapat dilanjutkan kembali. Sesuai jadwal pelaksanaan, proyek ini akan dikerjakan selama empat bulan.

“Diharapkan tahun ini selesai dikerjakan. Jangan sampai loncat ke tahun 2017,” ujarnya.
Pembangunan Jalan Purabaya – Jati – Saguling merupakan proyek jalan termahal yang didanai dari APBD KBB. Total anggarannya mencapai Rp. 23 miliar lebih. Pengerjaannya oleh PT. Imemba Contractors selaku pemenang proyek. Dalam perjalanannya, kontraktor tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai bestek. Sampai akhirnya, perusahaan yang beralamat di Bekasi ini diputus kontraknya. Tidak hanya itu, Pemkab Bandung Barat memasukan PT. Imemba Contractors kedalam daftar perusahaan yang di black list.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT. Imemba Contractors hanya bisa menyelesaikan 20 persen pekerjaan. Dari panjang jalan 16 kilometer, PT. Imemba baru menyelesaikan pekerjaan sekitar 3 kilometer. Berarti sekitar 13 kilometer yang masih harus dikerjakan.

Pembangunan Jalan Purabaya – Jati – Saguling terdiri dari hotmix atau rigid mulai dari titik kilometer 0 sampai kilometer 5, sedangkan dari kilometer 5 sampai kilometer 9.200 berupa beton atau laston. Sisanya pada jalan datar berupa hotmix, sedangkan pada setiap tanjakan berupa beton. Total panjang jalan yang di hotmix 11 kilometer, dan 5 kilometer beton.

Sejak proyek itu dihentikan 6 bulan lalu, sudah mulai terjadi beberapa kerusakan. Terutama pada bagian jalan yang di hotmix. Tingginya curah hujan mempercepat terjadinya kerusakan, ungkapnya. Edi/ Ferry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *