oleh

Peduli Nasib Bawahan, Kades Sukamandijaya Rela Rogoh Koceknya Talangi Honor Ketua RT & RW

CIASEM-SUBANG, (PERAKNEW).- Dana Honorarium seluruh Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Ketua Rukun Warga (RW) se-Kabupaten Subang yang bersumber dana dari Bantuan Keuangan Untuk Desa (BKUD) APBD tahun 2021 telah ditangguhkan pencairannya, sehingga honor tersebut diperkirakan dapat cair pada tahun depan, Bulan Februari tahun 2022.

Membahas dan mencari solusi terkait hal itu, salah satu Pemerintahan Desa (Pemdes) di Kab. Subang, yaitu Pemdes Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem mengadakan rapat minggon dengan para Ketua RT dan RW beserta para perangkat desanya, di aula kantor desanya, pada Hari Rabu, 24 November 2021.

Dalam rapat minggon itu, Kepala Desa (Kades) Sukamandijaya, Hj Ernawati merasa prihatin dan membuktikan rasa peduli terhadap para bawahannya, dia rela merogoh kocek pribadinya, mengeluarkan dana talang dan akhirnya seluruh Ketua RT dan RWnya tetap bisa mendapatkan honor di tahun 2021 ini, tidak harus menunggu nanti tahun depan.

Masih pada rapat minggon tersebut, Hj Ernawati mengungkapkan, bahwa honor Ketua RT dan RW harus tetap cair, karena itu dianggap upah kerja, sehingga dirinya rela mengeluarkan dana talang dari kantongnya pribadi.

Pihaknya menuturkan, tugas Ketua RT RW juga penting, bahkan sangat penting dan jelas berat juga resikonya, ketika ada kendala dalam tugas pemerintahan di lapangan, pasti langsung mendapat protes dari warganya, karena setiap harinya bersentuhan langsung dengan warga, jadi harus diutamakan dalam penerimaan honornya.

Usai rapat minggon, Sekretaris Desa (Sekdes) Sukamandijaya, Lukito kepada Perak menjelaskan, “Rapat minggon ini seperti biasa kita lakukan, namun ada masalah krusial, sehingga selain membahas beberapa program pemdes, ada yang lebih khusus kami bahas, agar tidak ada kegelisahan dan prasangka buruk diantara kita, yaitu membahas soal pemberitahuan dari Pemkab Subang, bahwa ada penolakan oleh Pemprov Jabar atas pengajuan Pemkab Subang terkait APBD perubahan, sehingga berimbas pada honor Ketua RT dan RW tahap II (Dua) tahun 2021 yang 50% lagi ini, yaitu selama 6 (Enam) bulan yang ditangguhkan pencairannya, hingga perkiraan Bulan Februari 2022, ” ungkapnya.

Adapun nilai honor tahap II ini, sebesar Rp1,5 Juta untuk Ketua RT dan Ketua RW sebesar Rp1,7 Juta lagi.

Lanjutnya, “Alhamdulillah ibu kepala desa (Hj Ernawati) menanggapi serius masalah ini, dengan rasa prihatin dan peduli terhadap para Ketua RT dan RWnya, yang bertugas digarda terdepan langsung bersentuhan dengan masyarakat, sehingga ibu kepala desa rela memberikan dana talang kepada para Ketua RT dan RWnya, sebesar 50% dari nominal honor tahap II tersebut, dari jumlah RT sebanyak 43 dan RW sebanyak 20 dan dana talang dimaksud murni uang pribadi ibu kepala desa, sudah kami salurkan kepada seluruh Ketua RT dan RW, tadi pas rapat minggon,” pungkas Lukitu, dengan nada hangat terbawa suasana dalam moment minggon kasih sayang pimpinannya itu terhadap bawahan. (Hendra)

Berita Lainnya