Pasca Gempa Selatan Jawa, Nelayan Mayangan Enggan Melaut

Pasca Gempa Selatan Jawa, Nelayan Mayangan Enggan Melaut

LEGONKULON-SUBANG, (PERAK).- Pasca gempa berpotensi tsunami di selatan Pulau Jawa pada Jumat (15/12/2017), melalui kajiannya, Kepala BMKG Pusat, Dwikorita Karnawati, mengatakan sejumlah wilayah pesisir di Indonesia, saat ini berpotensi terjadi gempa yang dapat disertai dengan tsunami, termasuk di selatan Pulau Jawa.
Hal itu terbukti dan dirasakan oleh masyarakat nelayan di Desa Mayangan, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang. Pasalnya, dampak bencana itu, kini mereka enggan pergi melaut, lantaran gelombang laut terasa lebih besar, juga air pasang atau air rob juga lebih tinggi hingga masuk ke pemukiman warga yang tingginya mencapai 50 Cm. Terlebih menimpa rumah salah seorang warga setempat, bernama Umin, air rob sampai kerumahnya mencapai satu meter.
Minggu (17/12/2017), menurut salah seorang nelayan Desa Mayangan RT/RW-04/02, bernama Ujang, membenarkan, “Saya sudah satu minggu tidak mencari ikan/melaut, sebab selain karena paktor cuaca, angin barat juga setiap ada gempa bumi pasti berpengaruh ke laut Mayangan. Jika sudah langit mendung, maka dapat dipastikan terjadi badai,” ungkapnya.
Seperti diketahui, nampak nelayan lebih memilih memperbaiki sedikit-sedikit kerusakan perahunya, dibandingkan pergi mencari nafkah ke laut tersebut, karena jika dipaksakan melaut akan menghadapi resiko yang sangat tinggi. (Atang S)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here