oleh

Modus Jasa Belanja Tabung Gas LPG, Diduga Cucu Tipu Korban Hingga Ratusan Juta

CIJAMBE-SUBANG, (PERAKNEW).- Telah terjadi tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan modus jasa belanja tabung gas LPG, yang diduga dilakukan oleh seorang bernama Cucu, Warga Kampung Cileuit-RT5/RW 11, Desa Cikadu, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang terhadap sejumlah korbannya yang beralamat masih di Subang, belum lama ini.

Cucu yang mengaku bernama Deni kepada para korbannya mengaku sebagai agen gas LPG resmi, padahal ia bekerja hanya sebagai sopir armada pengantar gas ke warung-warung.

Demikian diungkapkan salah seorang korban, “Kami sempat ke tempat kerja Cucu/Deni (terduga pelaku), tapi Bosnya sendiri pun mengaku telah tipu oleh Cucu, kata bosnya, ratusan tabung entah kemana digelapkan si Cucu, tapi bosnya masih berniat baik, masih dikasih kesempatan, mungkin potong honor, tapi sekarang malah kabur sudah tidak kerja lagi,” tuturnya menirukan keterangan bosnya si Cucu kepada Perak, pada Sabtu, (27/03/2021).

Tidak berhenti disitu, salah seorang korban inisial SP itu menelusuri ke rumah Cucu, yang beralamat di Kec. Cijambe dimaksud, namun pintu rumahnya keadaan tertutup rapat, padahal beberapa saat sebelumnya, menurut pengakuan dari warga sekitar, masih buka dan si pelaku ada di rumahnya, “Tadi warungnya buka, Cucu juga tadi siang ada di rumah itu,” terang salah seorang tetangga Cucu.

Betapa tidak, setelah ngobrol lebih jauh, ternyata tetangganyapun mengaku sempat tertipu uang senilai Rp 11 juta (sebelas juta rupiah) untuk belanja tabung gas juga, namun sudah satu tahun ini belum ada pengembalian, “Sama, saya juga ditipu oleh si Cucu Rp 11 juta, belum dibalikin, tabung tidak ada uang juga tidak ada, setiap ditemui selalu menghindar,” ungkap korban berinisal US kepada Perak, pada Kamis, (1/4/2021).

Dari setiap korban yang berhasil di konfirmasi Perak, mereka mengaku selalu diberi janji untuk segera di lunasi, namun hingga saat ini semua belum terealisasi.

Pelaku juga sebelumnya sering mengumpat sumpah serapah di status FBnya, “Akan mengusut tuntas yang mencemarkan nama baiknya dan menyatakan kalau yang mencarinya adalah orang goblog, sehingga menyebabkan kesulitan dalam mencari keberadaanya,” ujar para korban tersebut.

Ditambahkan korban SP, yang mengalami kerugian Rp10,4 juta (Sepuluh juta empat ratus ribu rupiah) berusaha menggunakan cara yang kooperatif, namun pelaku selalu mengulur waktu dan terus menghilang, “Selama ini saya terus lakukan pendekatan dan meberikan kesempatan, sudah 2 kali menemuinya awalnya minta waktu, setiap kali dihubungi alasannya minta perpanjangan waktu, sampai ke 3 kalinya dikunjungi kerumah orang tuanya, kemungkinan dia kabur. Untuk itu, saya akan bawa kasus ini ke jalur hukum, agar menjadi efek jera bagi Cucu dan tidak ada korban lagi yang senasib dengan saya,” tutur SP kesal.

Sebagai edukasi hukumnya, bahwa Cucu terduga pelaku itu, bisa dijerat Pasal 372 KUHP, Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.

Junto Pasal 378 KUHP, Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang rnaupun menghapuskan piutang diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun. (Duryani)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya