Menteri Risetdikti Resmikan Pusat Industri Bibit Buah Nusantara di Subang

Menteri Risetdikti Resmikan Pusat Industri Bibit Buah Nusantara di Subang

SUBANG, (PERAK).- Melalui kerjasama dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenrisetdikti), berupa teaching industri dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), PKHT dan PT Botani Speed serta PTPN VIII, Menteri Risetdikti Mohammad Nasir resmikan Pusat Industri Bibit Buah Nusantara di Subang, Selasa (12/12/17) di Desa Curug Rendeng, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang.
Pusat pembibitan yang dibangun diatas tanah PTPN VIII seluas 25 Hektar ini, sedikitnya mengembangkan 5 jenis komoditas buah dengan berbagi macam varian, yaitu pepaya, durian, lengkeng, alpukat dan jeruk.
Hal tersebut disampaikan Rektor IPB, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, bahwa pusat pembibitan ini merupakan rangkaian pengembangan program pemerintah dan tidak hanya melakukan pembibitan juga memberikan pelatihan, “Kita juga berikan pelatihan kepada 52 orang dari 17 provinsi yang berbeda, tujuannya agar nanti bisa dikembangkan,” katanya.
Ia meyakini, teching industri sangat bermanfaat, karena bukan sekedar pembelajaran, tapi juga menjadi praktek bagi mahasiswa, selain pengembangan.
Sementara itu, Menteri Risetdikti, Mohamad Nasir berharap, bibit yang dikembangkan benar-benar bibit yang berkualitas yang kedepan akan disebar ke 17 provinsi, “Yang harus diperhatikan terutama standarisasi pada bibit dan buah, karena hasil buah memiliki standar tinggi, sehingga eksport buah menjadi tinggi,” ungkapnya.
Nasir bepesan, jangan sampai terjadi ekspor bibit, karena yang riset kita yang meneliti, tapi ujung-ujungnya mereka yang sukses, karena 5 tahun kedepan mereka yang akan menguasai, “Tujuannya, agar kebutuhan mereka akan buah dari Indonesia tetap tinggi. Kalau kita bisa lakukan standarisasi dari bibit buah, maka kwalitas dan nilai pasar tetap tinggi,” terangnya.
Mengenai pupuk tambahnya, jangan sampai saat tanam pupuk susah dan saat panen ada, ini akan mencekik petani, “Karena kita sering bangga akan hasilnya, tapi ternyata harganya tidak laku, bila inovasi dan komersial dikalikan, maka tentu hasilnya akan memuaskan, karena standarisasi. Mudah-mudahan star up yang dibangun di Subang hasil kerjasaam ini menjadi awal yang baik dan maju kedepan,” tuturnya.
Sementara, Bupati Subang, Hj. Imas Aryumningsih sangat berterimakasih telah begitu banyak perhatian untuk Kabupaten Subang, “Terutama Kabupaten Subang ditunjuk menjadi tempat pembibitan, semoga ini menjadi awal kemajuan Subang,”ucapnya.
Tidak hanya Bupati Subang, peresmian ini juga dihadiri perwakilan Bupati Binjai, Provinsi Sumatra Utara dan dihadiri pula Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi, Kementerian BUMN, Dirjen Hortikultura Kementrian Pertanian, Direktur dan Management PTPN VIII, tamu undangan dan mahasiswa-mahasiwi IPB.
Setelah diresmikan dengan ditandai penyerahan bibit kepada menteri dan bupati, pemecahan kendi, kemudian undangan dan rombongan meninjau lokasi pembibitan dan praktek porses stek pohon alpukat. (Hum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here