Masyarakat Kaliaren Gelar Ruat Bumi Rutin Tahunan

oleh -2 views
Masyarakat Kaliaren Gelar Ruat Bumi Rutin Tahunan

CIASEM-SUBANG, (PERAKNEW).- Acara Adat Ruat Bumi tradisi peninggalan nenek moyangnya yang telah berjalan sejak ratusan tahun yang lalu. yaitu ritual manifestasi rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala yang telah diperoleh dari hasil bumi, hingga saat ini tetap dilaksanakan setiap tahunnya oleh Masyarakat Dusun Kaliaren, Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Sabtu (26/10/19).

Ruwatan berasal dari kata Ruwat atau ngarawat (Bahasa Sunda) yang artinya memelihara atau mengumpulkan. Makna dari mengumpulkan adalah mengajak masyarakat seluruh kampung berikut hasil buminya untuk dikumpulkan, baik yang masih mentah maupun yang sudah jadi atau dalam taraf pengolahan. Tujuannya selain rasa syukur tadi sekaligus sebagai tindakan tolak bala dan penghormatan terhadap para leluhurnya.

Disela acara, Ketua Panitia Ruat Bumi, Usmara mengatakan pada intinya, “Ini ritual keagamaan yang kental dengan peristiwa budaya. Pelaksanaan ruatan bumi ini biasanya akibat terjadinya bencana alam yang menimpa wilayah atau tempat tinggal mereka. Setelah bencana lewat, mereka kemudian melaksanakan ruwatan bumi agar bencana tidak terjadi lagi. Namun, Ruat bumi tetap setiap tahun kami lakukan, apalagi mengingat tahun ini, musim kemarau panjang tengah melanda di bumi tercinta ini. Mudah-mudahan, hasil dari ruat bumi ini, bisa mengatasi musim kemarau ini, agar kami para petani tidak khawatir gagal panen,” ungkap sesepuh yang akrab disapa Dalang Uus di desanya itu.

Sementara, pelaksanaan acara ritual itu, dipimpin oleh Sesepuh Dusun Kaliaren, Mbah Dasim dan Nanta (anaknya). Sebelum membacakan doa ritual berpesan, “Yang utama, kita harus selalu bersyukur kepada Allah, karena kita beragama Islam. Namun, tak lupa kepada Nyi Pohaci juga, karena Nyi Pohaci, adalah nama lain dari Dewa pelindung dalam kehidupan masyarakat suku Sunda zaman dahulu,” paparnya berpesan kepada seluruh masyarakat yang hadir dengan menggunakan Bahasa Sunda.

Dalam kesempatan itu, turut Hadir, Camat Ciasem, H Toni, S.Pd.,M.Si., dan Kades Sukamandijaya, Khoeruddin, S.Pd.I., beserta jajarannya, juga Babinkamtibmas, AIPTU Tasli dan Babinsa, Sertu Erwin dan para tokoh masyarakat setempat.

Disela acara, dalam sambutannya Camat Ciasem, Toni menyampaikan, “Tak kenal maka tak sayang, perkenalkan nama saya Toni, dengan diadakannya ruat bumi ini, tak lupa mari kita do’akan juga para leluhur kampung ini yang sudah tiada, diberi tempat nyaman di sisi Allah, kita do’akan juga, semoga di musim kemarau panjang ini, usai dan bisa turun hujan, tapi tidak kebanjiran, Aamiin,” ucapnya.

Toni juga berharap, “Acara Ruat Bumi ini, tidak hanya dilaksanakan di Dusun Kaliaren saja, melainkan bisa diselenggarakan di tingkat Desa Sukamandijaya kedepannya,” harapnya.

Sementara, dalam sambutannya Kades Sukamandijaya, Khoeruddin mengatakan, “Singkat aja, karena sudah jelas tadi pak camat sampaikan. Perlu saya laporkan juga ke pak camat, bahwa acara ini hanya dilakukan di Dusun Kaliaren saja. Insya Allah kedepan akan pakai skup desa. Saya imbau juga kepada para petani, agar mengikuti arahan dari penyuluh untuk tanam serentak, agar tidak kesulitan pengaturan airnya,” ujarnya mengimbau petani. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *