oleh

Diduga Gelapkan Aset Desa, Mantan Kades Mulyasari Enggan Tanggungjawab

PANTURA -SUBANG, (PERAKNEW).- Menyikapi pemberitaan Perak edisi sebelumnya, terkait dugaan penggelapan sejumlah aset desa di Desa Mulyasari, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, Kepala Posko FMP Pantura I, Nurhamid melakukan invetigasi dan turun langsung mendatangi Kantor Desa Mulyasari tersebut, Senin 29 April 2019.

Namun sayang, di kantor itu hanya ditemui oleh seorang staf desa dimaksud, melainkan Kades Mulyasari yang baru, yaitu H. Abdul Basit, S.Ag., tengah tak ada di kantornya.

Menurut stafnya, bahwa Abdul lagi ada keperluan keluarga ke Jawa Tengah. Selain itu, mendengar hendak ada konfirmasi terkait masalah tersebut, dia mengungkapkan, bahwa ada tambahan jumlah benda aset desanya hilang yang belum tertuang dalam pemberitaan Perak kemarin, “Ada yang belum tercatat jenis barang aset desa yang hilang dalam pemberitaan Perak, yaitu dokumen catatan kependudukan. Sehingga seperti awal lagi, kami menyuruh seluruh Ketua RT Desa Mulyasari untuk meminta KK dan mendata ulang masyarakat, ada lagi, yaitu genset juga hilang. Mengenai itikat baik untuk pengembalian, hingga saat ini, Mantan Kades Mulyasari (Kasan) belum mengembalika satu barangpun,” ungkapnya menandaskan.

Seperti telah diberitakan Perak sebelumnya, bahwa seluruh aset Desa Mulyasari berbentuk barang bergerak dan tidak bergerak didapati hilang.

Seluruh Aparatur Pemdes dan Kades Mulyasari yang baru, merasa kebingungan. Pasalnya, seluruh aset desa itu, diduga dihilangkan oleh Mantan Kades Mulyasari (Kasan).

Seperti diungkapkan staf Pemdes Mulyasari yang enggan disebut namanya kepada Perak, “Banyak sekali asset desa yang hilang tanpa kejelasan, yaitu computer, laptop, kipas angin, televisi, dispenser, kulkas, motor, mobil siaga dan sebagainya. Adapun satu unit computer, tapi CPU nya rusak dan tidak dapat difungsikan,” ungkapnya, di ruang kerjanya, belum lama ini.

Menyikapi masalah dimaksud, saat diwawancarai Perak, Ketua Umum (Ketum) LSM Forum Masyarakat Peduli (FMP), Asep Sumarna Toha menandaskan, “Jika kedepan pengelolaan asset desa tidak dibenahi, dana desa yang digelontorkan ke desa akan lebih banyak dihabiskan untuk membeli asset desa. Karena itu, menginventarisir semua asset desa sangat dibutuhkan. Ini memang perlu energy luar biasa untuk dilakukan, butuh waktu lama juga. Tujuannya agar asset desa tidak ada yang hilang, berkurang. Ganti kepala desa hilang asset, semua asset harus beli baru lagi, itu tidak boleh,” tandas aktivis yang akrab disapa Abah Betmen tersebut, di Posko Pusat FMP, Jalan Palabuan, Kel. Sukamelang-Subang. (Cj/ Tabroni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya