Laskar Jihad Subang Turun, Ahok Dihukum 2 Tahun

oleh

Laskar Jihad Subang Turun, Ahok Dihukum 2 Tahun
JAKARTA, (PERAKNEW).- Dalam persidangan Ahok Selasa, 9 Mei 2017 lalu, ditengah ratusan ormas-ormas Islam terselip sebuah pemandangan yang unik dan berbeda dari yang lainnya di lokasi massa aksi tersebut.

 

Sebuah spanduk yang dimotori oleh Laskar Jihad Subang bertuliskan, “Support Hakim Untuk Netral Hukum Ahok Setimpal” menjadi satu dari banyaknya kalimat-kalimat tuntutan terhadap Ahok.

 

Pentolan Kampak, Asep Betmen yang menjadi dirigen dari laskar tersebut nampak ditengah-tengah aksi sambil mengacungkan satu jari telunjuknya ke udara.
Saat ditanya kenapa tidak membawa massa Kampak seperti lazimnya saat mendemo pejabat korupsi, Asep menjawab bahwa ini adalah soal nurani tapi korupsi adalah institusi

 

“Korupsi itu kan persoalan institusi, lembaga negara, kalo Ahok ini soal nurani, dia sudah menghina agama dan Alquran. Saya sudah mengajak massa Kampak ikut turun aksi dengan membawa nama Laskar Jihad Subang,” ujarnya.

 

Pepen, salah satu Tim TEPG FMP yang juga ikut turun aksi tersebut membenarkan pernyataan Asep Betmen tersebut seraya menambahkan bahwa ini aksi kesekian kalinya.

 

Sebagai wadah perjuangan, Laskar Jihad Subang termasuk sedikit dalam hal jumlah, hanya 2 orang, namun hal itu tak melunturkan semangat Asep dan Pepen untuk terus maju bergerak hingga merangsek mendekati kawat duri milik polisi.

 

“Dalam terminologi jihad, kualitas lebih penting daripada kuantitas, itu makanya Takbir selalu jadi penyemangat untuk para kaum Jihad,” ucapnya tegas. Tapi, tambahnya, tidak tertutup kemungkinan laskar tersebut nantinya menjadi wadah jihad baru bagi masyarakat Subang setelah Kampak sudah mendengungkan untuk jihad dalam melawan koruptor.

 

“Insya Allah, bisa saja itu terjadi, apalagi sejak Front Anti Komunis Subang dibentuk. Wadah-wadah jihad harus segera dibentuk. Mungkin itu (Front Anti Komunis-red) lebih nasionalis yang laskar ini lebih Agamis,” kata Asep menjelaskan.Laskar Jihad Subang Turun, Ahok Dihukum 2 Tahun

 

Pantauan Perak di lapangan menemukan Laskar Jihad Subang menjadi incaran untuk berfoto bersama. Setelah ditelisik, ternyata salah seorang masyarakat Bandung juga ikut dalam barisan laskar sambil membawa spanduk ‘Custom’nya yang unik dan membekas.

 

Namanya Ucup, akrab disapa Abah Ucup, umur 67 tahun tapi semangat tetap muda mengaku sudah dari jam 1 malam berangkat dari Bandung.
“Pemerintahan Jokowi harus lebih peka lagi terhadap kondisi rakyat. Ada golongan manusia sekarang yang lebih mengunggulkan kapitalis dan cendrung komunis dan bisa-bisa mengarah ke atheis,” ucap Abah Ucup.

 

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah berada di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok setelah sebelumnya ditahan di Rumah Tahanan Cipinang. Ahok divonis 2 tahun penjara atas kasus penodaan agama. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memerintahkan Ahok segera ditahan.

 

Penahanan Ahok tidak diterima oleh para pendukungnya yang lebih memilih untuk bertahan di LP Cipinang. Atas dasar keamanan itulah akhirnya, pihak berwajib memindahkan Ahok ke Mako Brimob. Kuasa hukum Basuki T Purnama (Ahok) menganggap, melalui kasus penistaan agama, Ahok telah dikriminalisasi. Dalam persidangan, vonis hakim pun dianggap tak memenuhi keadilan masyarakat.

 

“Kasus ini bentuk kriminalisasi, ada tekanan, kontroversi, dan ketidaklaziman dalam vonisnya,” ujar salah satu pengacara Ahok, I Wayan Sudirta saat dihubungi, Rabu (17/5/2017).

 

Meski begitu, kata Wayan, tim pengacara Ahok dan kliennya itu tetap menghormati pengadilan dan hakim, hanya saja tetap akan melawan konsep atau putusan tersebut yang dianggap tak adil. Ketidakadilan itu terbukti dari banyaknya orang tak terima dengan hasil vonis di persidangan kasus penistaan agama.
Pernyataan pengacara Ahok itu justru ditertawakan oleh Asep Betmen, selaku pentolan dari Laskar Jihad yang baru dibentuknya, ditahannya Ahok itu justru bentuk keadilan hukum di Indonesia, meskipun memang tak sesuai tuntutan dari undang-undang

 

“Itu keadilan, sejak kapan penguasa bisa ditahan oleh kekuatan rakyat. Apa yang dikriminalisasi? Siapa yang penguasa? Siapa yang rakyat?” ujar Asep. Asep memprediksi, kejadian Ahok ini akan membuka mata rakyat lebar-lebar. Yang ingin berjuang untuk bangsa dan negaranya akhirnya terlihat siapa musuh sebenarnya.

 

“Sudah terlihat, makanya saya membentuk laskar jihad untuk persiapan perang nanti,” ucap Asep tanpa menjelaskan perang sesungguhnya. Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *