Konsisten Implementasikan Nilai Budaya, Bupati Purwakarta Raih Penghargaan Kemendikbud

oleh

PURWAKARTA, (PERAKNEW).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menganugerahkan penghargaan kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Penghargaan ini diberikan karena konsistensi Bupati yang sedang menjabat untuk periode yang kedua tersebut dalam bidang kebudayaan terutama seni dan tradisi di Jawa Barat.

Acara yang dihelat di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta tersebut menobatkan Dedi sebagai Maestro Seni Tradisional. Disinggung soal latar belakang penganugerahan ini, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nadjamudin Ramly mengatakan, “Dedi Mulyadi merupakan sosok yang memiliki keistimewaan, kerja keras dan ketekunan dalam pelestarian budaya Sunda. Ketokohan yang sudah di sandang oleh beliau, diharapkan menjadi teladan bagi generasi muda agar lebih peduli terhadap pengembangan budaya Indonesia,” kata Nadjamudin di sela acara.

Dedi yang selalu mengenakan pakaian khas Sunda saat ditemui Perak mengatakan, “Dirinya mengapresiasi penghargaan yang diberikan oleh Kementerian tersebut. Dedi mengaku selama ini hanya berusaha konsisten sebagai orang Sunda untuk menjalankan tradisi kesundaan baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam ranah birokrasi yang dia pimpin di Purwakarta.

“Saya hanya mencoba konsisten. Kesundaan itu harus tampak dalam keseharian bukan sekedar dalam ritualitas tahunan atau mingguan,” kata Dedi singkat.
Dedi Mulyadi merupakan satu-satunya kepala daerah yang tahun ini dianugerahi penghargaan atas kepeduliannya terhadap kebudayaan, khususnya budaya Sunda. Berbagai upaya pelestarian, pertunjukkan, hingga even tingkat internasional digelar olehnya di Purwakarta untuk memopulerkan kembali budaya Sunda di tengah-tengah masyarakat.

Sejumlah tokoh juga mendapat penghargaan di kategori pelestari budaya. Antara lain Tjitro Sastrodiprodjo dan Ledjar Subroto (DIY), Thompson Hutasoit (Sumut), Maria Yovita Bastian (NTT), Nyoman Mandra (Bali), Wardi Suhadi Diman (DKI Jakarta), Daeng Maccora (Sulsel), dan Ahmad Rapanie Igama (Sumsel).
Sebanyak 54 tokoh dan lembaga menerima anugerah kebudayaan dan maestro seni tradisi 2016. Penerima anugerah kebudayaan dan maestro dipilih dan ditetapkan oleh tim penilai yang dibentuk dengan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. A. Budiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *