Kodam IX/Udayana Gelar Tradisi Pisah Sambut Pangdam Baru

oleh

Kodam IX/Udayana Gelar Tradisi Pisah Sambut Pangdam Baru
DENPASAR-BALI, (PERAK NEW).- Kodam IX/Udayana menggelar tradisi penyambutan dan penerimaan Pangdam IX/Udayana baru Mayjen TNI Komaruddin S S.IP.,M.Si yang menggantikan Mayjen TNI TBI Kustanto Widiatmoko, MDA., acara tradisi digelar di Makodam IX/Udayana, Selasa (11/4).

Pangdam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Komaruddin adalah abituren Akademi Militer 1985 kelahiran Kota Siantar tahun 1960 ini sudah memiliki berbagai riwayat jabatan kemiliteran yang juga sudah pernah ia pangku, sesuai dengan arahan pembinaan karir di lingkungan TNI Angkatan Darat dapat dilaksanakan dengan baik hingga akhirnya saat ini menjadi Pangdam IX/Udayana.

Mayjen TNI Komaruddin mengatakan, dalam masa jabatan saya sebagai Pangdam IX/Udayana akan tidur bersama para prajurit yang berjaga di perbatasan.
“100 hari kerja saya ke dalam dulu. Saya akan melihat bagaimana Bali, NTT dan NTB ini ke dalam dan perbatasan itu. Tiga bulan pertama dan dua minggu pertama saya akan tampil ke perbatasan,” ungkapnya kepada awak media.

Saya akan tidur di sana bersama prajurit,” tegas Mayjen TNI Komaruddin. Lebih lanjut ia menyampaikan di bawah kepemimpinannya, akan senantiasa menjaga Bali yang menjadi destinasi tujuan wisata no 1 di Dunia.

Diwaktu lain, pada acara Pisah Sambut Panglima Kodam IX/Udayana dari Pejabat Lama Mayor Jenderal TNI Kustanto Widatmoko, M.D.A kepada Pejabat Baru Mayor Jenderal TNI Komaruddin Simanjuntak, S.I.P, M.Sc. yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center, Kamis (13/4) malam.

Dalam penyampaian pesan dan kesannya, Mayor Jenderal TNI Kustanto Widatmoko, M.D.A mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Gubernur Bali dan seluruh Unsur Forpimda Bali, NTB dan NTT serta seluruh masyarakat Bali Nusra yang telah memberikan dukungan, kerja sama dan bantuan yang luar biasa yang memungkinkan terlaksananya tugas-tugas Kodam IX/Udayana dengan baik dan lancar.

Sementara Mayjen Komarrudin mengaku siap membantu pemerintah daerah melaksanakan pembangunan di daerah sesuai dengan amanat Undang Undang No 34 tahun 2004 tentang TNI. Lulusan Akabri tahun 1985 yang pernah bertugas sebagai Dandim Badung dan Kasrem Wira Satya di Bali ini mengaku berniat membantu upaya pemerintah pusat swasembada pangan, dimana Lombok ditetapkan sebagai satu dari tujuh sentra beras di Indonesia.

Acara pisah sambut juga dihadiri Gubernur Bali Mangku Pastika, Kapolda Bali Dr. Petrus Reinhard Golose, Bupati Badung Giri Prasta, anggota Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Provinsi Bali, Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan anggota Forkopimda Provinsi NTT serta anggota Forkopimda Provinsi NTB. Yudha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *