oleh

Kerjakan Proyek Jalan Jurutilu, CV Rucida Diduga Lakukan Penyimpangan

CIASEM-SUBANG, (PERAKNEW).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dis PUPR) Subang realisasikan Pekerjaan Peningkatan Jalan Rigid atau betonisasi di Dusun Jurutilu, Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang dan dilaksanakan oleh pihak pemborong/pengusaha CV Rucida, pada Bulan Juli 2019. Namun faktanya, pekerjaan dilaksanakan belum lama ini, tepatnya pada Bulan September 2019.

Selain itu, proses pekerjaan proyek yang dibiayai pemerintah dari uang rakyat senilai Rp198.593.800,- tersebut, diduga asal-asalan, levelling atau lantai dasar yang standarisasi volume tebalnya 5Cm tidak dikerjakan, tidak menggunakan pasangan besi, hanya mengerjakan urugan berangkal sirtu atau batu koral limbah pasir sedot saja atau disebut agregat.

Sementara, lapis pondasi bawah atau di sebut agregat sangat penting dikerjakan, karena untuk perkerasan yang terletak antara lapis pondasi dan tanah dasar dan lapisan permukaan, diduga dikerjakan asal urug dan materialnya juga asal saja, tanpa memperhatikan konstruksi perkerasan untuk menyebarkan beban roda.

Padahal, fungsi agregat itu sangat mendasar untuk meningkatkan kualitas bangunan, diantaranya sebagai lapis peresapan, agar air tanah tidak berkumpul di pondasi, mencegah partikel-partikel halus dari tanah dasar naik ke lapis pondasi atas, pelindung lapisan tanah dasar dari beban roda-roda alat berat akibat lemahnya daya dukung tanah dasar pada awal-awal pelaksanaan pekerjaan, pelindung lapisan tanah dasar dari pengaruh cuaca terutama hujan, menahan gaya lintang dari beban roda, peresapan untuk pondasi bawah dan memberikan bantalan terhadap lapisan permukaan.

Berdasarkan hasil investigasi Perak dan pengukuran volume pekerjaan tersebut, bahwa volume Lebarnya 2,96 Meter, Tebal 20 Cm dan Panjang 163,20 Meter.

Seperti diungkapkan beberapa orang warga setempat, “Tidak ada lantai dasar, hanya pakai sirtu, langsung dicor, sirtu itupun hanya ngurug yang berlubangnya saja, apalagi pasangan besi tidak sama sekali,” ungkapnya kepada Perak.

Menyikapi hal itu, diindikasikan pada pelaksanaan proyek tersebut, terjadi tindak pidana korupsi. Nampak tercantum pada papan nama informasi proyek tersebut, diantaranya Nilai kontrak Rp198.593.800,- termasuk pajak, Sumber dana APBD Subang tahun 2019, Pelaksana CV Rucida, Waktu pelaksanaan 120 hari kalender, Mulai 19 Juli 2019-15 November 2019 dan Nomor kontrak 620/I.290/BID.BM-DISPUPR-PL/APBD/SPK/VII/2019.

Dari hasil pengukuran volume pekerjaan tersebut, selanjutnya tinggal dikalkulasikan secara terperinci, dari rumus pengkalian meter menjadi kubikasi, cek mutu rigid, lanjut ke harga rigid dan hingga ditemukan total anggaran yang telah dialokasikan oleh pemborong dimaksud. (Anen/Hendra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya