Kementrian PUPR Realisasikan BSPS Di Desa Sumur Barang

oleh

SUBANG, (PERAKNEW).- Bersama Kasubid Pendataan Rumah Swadaya Kementrian PUPR, Agusti, Bupati Subang, Hj. Imas Aryumningsih serahkan buku tabungan Bantuan Stimulan Perumahan Sawadaya (BSPS) dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Desa Sumur Barang, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, Kamis (16/11/17).

Ada sebanyak 110 di Desa Sumur Barang tersebut akan terima bantuan renovasi rumah tidak layak huni, ini Program BSPS pada dasarnya merupakan bantuan pemerintah berupa stimulan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk meningkatkan keswadayaan dalam pembangunan/peningkatan kualitas rumah beserta Prasarana Sarana dan Utilitasnya (PSU).

Kementerian PUPR mempunyai program BSPS, yang akan menyokong peningkatan kualitas atau pembangunan baru bagi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang dimiliki masyarakat berpenghasilan rendah.

“Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan program ini merupakan program pemerintah yang berkaitan dengan perbaikan rumah tidak layak huni dimana dalam penyaluranya akan disalurkan lewat rekening Bank BTN.” Ungkap Imas.

Nominal bantuan disesuaikan dengan beberapa kategori berdasarkan kondisi fisik rumah yang akan dibantu. Pemerintah akan memberikan bantuan program BSPS sejumlah Rp. 15.000.000,-  bagi kategori rumah rusak berat, Rp. 10.000.000,- untuk kategori sedang dan Rp. 7.500.000,- untuk kategori ringan.

“Akhirnya bantuan turun, mudah-mudahan dapat bermanfaat dan membantu memperbaiki menjadi rumah yang nyaman dengan kwalitas rumah yang baik,” imbuhnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kasubid Humas Rumah Tangga Swadaya Kementrian PUPR, Kasatker, PPK Rumah Swadaya Provinsi Jawa Barat, Kepala SNVT Provinsi Jawa Barat, Kadis PUPR Subang, Camat Cibogo, para Muspika Kecamatan Cibogo, Kepala Desa Sumur Barang, para Ketua RW/RT Desa Sumur Barang dan para warga penerima bantuan program BSPS.

Kasubid Pendataan Rumah Swadaya Kementrian PUPR, Agusti mengatakan, “Dari sekian banyak daerah di Indonesia yang paling rajin melaporkan adalah Subang bahkan oleh bupatinya. Biasanya staf atau utusan, tapi ini yang menunggu dan datang oleh bupatinya sendiri, sehingga atas dasar itu, melihat keaktifan dan intensitas oleh pimpinannya, Subang yang paling banyak dapat bantuan se-Indonesia. Ini adalah hasil kelanjutan tangan, apalagi ini adalah proyek amal dan harus diingat, adalah anggaran ini harus dipakai semuanya tidak bolah disisakan,” paparnya.

(Adih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *