oleh

Innalillahi Wainnailaihi Rodziun, Ujang Keling Hembuskan Napas Terakhir di RSHS Bandung

CIASEM-SUBANG, (PERAKNEW).- Keluarga Besar Forum Masyarakat Peduli (FMP), Forum Anak Jalanan (FORAJAL) dan para aktivis Karang Taruna Desa Sukamandijaya mengucapkan Bela Sungkawa atas meninggalnya salah seorang pasien yang mereka evakuasi, bernama Ujang Solihin alias Keling.

Keling meninggal di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, pada Hari Selasa, 28 September 2020, Pukul 02:30 WIB dini hari.

Sebelum meninggal, Keling sempat dievakuasi untuk menjalani penanganan medis di RSUD Ciereng Subang oleh Pengurus  Karang Taruna Desa Sukamandijaya bersama FMP dan FORAJAL, menggunakan Mobil Ambulans Pemdes Sukamandijaya, setelah menjalani perawatan selama kurang lebih satu minggu, Keling diperbolehkan pulang oleh pihak RSUD Ciereng, walau kala itu kondisi Keling belum memungkinkan untuk dirawat di rumah.

Saat diwawancara Perak pada tanggal 9 September 2020, di depan ruang ICU RSUD Ciereng Subang, Keluarga pasien menerangkan, bahwa keterangan dokter pemeriksa, pasien Keling diduga alergi obat.

Sebelum dievakuasi oleh Karang Taruna Desa Sukamandijaya, FMP dan FORAJAL juga Pemdes Ciasem Girang, menurut keterang Keluarga Pasien Keling, bahwa Keling dibawa berobat oleh keluarga ke RSUD Ciereng Subang dan Dokter di RSUD Ciereng menyatakan Keling mengidap penyakit berdiagnosa Gerd atau lebih dikenal sakit asam lambung dan Diagnosa Asthma. Namun pasien dipulangkan oleh dokter karena terlihat mulai membaik, namun selama perawatan di rumah tempat tinggalnya kondisi pasien memburuk yang sebelumnya bisa duduk dan bisa berjalan kaki walau hanya sekitar rumah saja, tetapi beberapa hari kemudian semakin memburuk kulit merah pecah – pecah seperti terbakar dan menyebabkan pasien tidak berdaya hanya bisa berbaring dengan organ tubuh kaki dan tangan tidak bisa bergerak dan matapun tidak bisa berkedip.

Beberapa hari kemudian, ada kontak yang nyambung dari seorang dermawan asal Kecamatan Cipunagara melalui Camat Ciasem, H Toni menghubungi Ketua Karang Taruna Desa Sukamandijaya, Hendra Sunjaya yang siap mengcoper semua biaya perobatan Keling hingga sembuh di rumah sakit manapun.

Tak butuh waktu lama, Karang Taruna Desa Sukamandijaya bekerjasama dengan Pemdes Ciasem Girang, Kec. Ciasem mengevakuasi Keling menggunakan Mobil Ambulanc Puskesmas Ciasem ke RS Columbia Jakarta Timur dan RS Cipto Jakarta, namun dua RS tersebut tidak mau menerima Keling dengan alas an ruangan penuh dan fasilitas alat medis untuk merawat Keling tidak memadai, sehingga akhirnya Keling dirawat di RS Lira Medika Karawang dan akhirnya karena tidak ada perubahan, Keling dilanjut dievakuasi lagi dibantu FMP juga Pemdes Ciasem Girang ke RSHS Bandung dimaksud hingga akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.

Kronologi saat Tim EPG FMP ke Rumah Sakit Lira Medika, (24/9/2020) menurut keterangan keluarga pasien dirawat di Rumah Sakit Lira Medika menggunakan pembayaran umum dibiayai oleh dermawan dimakusd dan selama 5 hari berjalan mencapai 43 juta rupiah.

Di Rumah Sakit Lira Medika pun di Isolasi di Ruang COVID terlebih dahulu, karena negative, maka pasien berlanjut di rawat diruang rawat, karena kawatir biaya semakin membengkak dan pasien pun tidak ada perkembangan akhirnya keluarga meminta agar pasien dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

Pada hari itu juga tanggal 24 September 2020 pasien dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung mengunakan Unit Siaga FMP, sesampinya di UGD RSHS Pasien pun kembali diisolasi di Ruang COVID, menurut keterangan para medis harus ikutin Protokol kesehatan dan pasien harus diisolasi dulu, dua hari kemudian akhirnya bisa dibawa keruang rawat inap, namun nasib Ujang Solihin ditakdirkan oleh yang Maha Kuasa berakhir tidak tertolong dan menghembuskan nafas terakhir.

Namun kesedihan keluarga tak berkesudahan walau Ujang Solihin sudah meninggal. Bagaimana tidak, pihak RSHS meminta biaya Mobil Jenazah yang mahal sekitar Rp2 Juta rupiah dan akhirnya dibantu oleh Ambulanc Muhamadiyah dengan biaya ringan dan Alhamdulillah jenazah bisa dibawa ke tempat tinggalnya di Desa Ciasem Girang. (Pepen)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya