oleh

FMP Jabar Laporkan Dugaan Korupsi Oknum Mantan Kades Wanantara ke Kejari Indramayu

PERAKNEW.com- Menindaklanjuti berita sebelumnya, bahwa Masyarakat Desa Wanantara, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu mengadukan dugaan tindak pidana korupsi oknum Mantan Kepala Desa Wanantara berinisial KD kepada Forum Masyarakat Peduli (FMP) Jabar Cabang Indramayu.

Dalam aduannya masyarakat Desa Wanantara yang namanya minta dirahasiakan mengatakan, “Saya mendorong dan mendukung tim FMP Jabar untuk melaporkan oknum Mantan Kepala Desa Wanantara berinisial KD yang diduga korupsi ke APH. Alhamdulillah sekarang Tim Forum Masyarakat Peduli (FMP) Jabar sudah resmi melaporkan oknum mantan kepala desa tersebut ke Kejaksaan Negeri Indramayu dan Kejaksaan tinggi Jawa Barat,” ungkapnya.

Adapun laporan pengaduannya ke APH (Aparat Penegak Hukum) terkait dugaan tindak pidana korupsi seperti dugaan pekerjaan jalan cor beton, kerjaan TPT (Tembok Penahan Tanah) yang diduga dikerjakan asal-asalan tidak sesuai RAB (Rencana Anggaran Biaya) yang sekarang kondisi fisik kerjaannya pun sudah retak dan pecah serta tidak tahan lama.

Dugaan korupsi uang BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) “Sumber Rejeki” tahun anggaran 2016 sampai dengan tahun 2021 yang menurut laporan hasil audit insvestigasi Inspektorat Kabupaten Indramayu nomor : 700.04/326/Irban II-JFA/Itkab tanggal: 08 Agustus 2022 desa Wanantara, Kecamatan Sindang yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Baca Juga : Soal Kasus BPNT, Kades Sukamandijaya Akui Telah Diperiksa Unit Tipidkor Polres Subang

Seharusnya sudah dikembalikan dalam waktu 60 (Enam Puluh) hari sejak ditetapkannya hasil audit tersebut, tapi sampai sekarang uang BUMdes belum dikembalikan ke Negara, “Ini sudah kuat dugaan tindak pidana korupsinya, karena sejak ditetapkannya hasil audit Inspektorat Kabupaten Indramayu pada Bulan Agustus 2022 sampai sekarang bulan April 2023 masih belum juga dikembalikan uangnya ke negara, padahal menurut aturan perundang-undangan dalam waktu 60 hari uang BUMdes tersebut harus sudah dikembalikan ke negara,” ujarnya.

Sementara menurut KD mantan Kepala Desa Wanantara saat di konfirmasi Peraknew.com lewat pesan singkat Whatsapp mengatakan, “Kalau uang BUMDes hasil jasa simpan pinjam yang nilainya sebesar Rp. 5.115.000,- (lima juta seratus lima belas ribu rupiah) sudah di kembalikan. Kalau yang masih dipinjam masyarakat,
Ketua BUMDes sekarang Taryono, lagi mendatangi masyarakat yang meminjam uang BUMDes untuk membuat pernyataan kesanggupan, kapan bisa mengembalikan pinjaman tersebut dan terkait kegiatan TPT dan jalan cor beton adanya di jalan gang,” ucapnya.

Ketua Forum Masyarakat Peduli (FMP) Jawa Barat, melalui Saptono Kabid Pengaduan Masyarakat dilembaganya itu menegaskan, bahwa Oknum Mantan Kepala Desa Wanantara berinisial KD sudah dilaporkan ke aparat penegak hukum Kejaksaan Negeri Indramayu dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, “Kami FMP Jabar telah resmi melaporkan KD Mantan Kepala Desa Wananatara, karena diduga korupsi, baik itu masalah dugaan Korupsi uang BUMdes ataupun dugaan kerjaan fisik seperti jalan cor beton dan TPT yang diduga dikerjakan asal jadi,” tegasnya.

Lanjutnya, “Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Wanantara yang mendukung dan mendorong kami untuk memberantas korupsi di Bumi Wiralodra ini. Terkait pelaporan ini akan kami khawal sampai proses hukum dan kami minta kepada aparat penegak hukum khususnya Kejaksaan Negeri Indramayu untuk segera mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh KD oknum mantan kepala desa tersebut,” ujarnya.

Baca Juga : KPP Cimahi Akui Ada Indikasi Penyimpangan Pajak PT Bratatex

Dia menambahkan, “Sekali lagi saya minta kepada aparat penegak hukum, usut tuntas sampai ke akar-akarnya, jangan pandang bulu, hukum siapapun yang terlibat di dalamnya,” tegas Saptono. (Lukman)

Berita Lainnya