oleh

Emak-Emak Subang Tuntut Oknum Dewan Penganiaya Isteri Dipecat

SUBANG, (PERAKNEW).- Emak-Emak yang tergabung dalam Komunitas Srikandi Peduli Anti Kekerasan Perempuan dan Anak, menggeruduk Kantor DPRD Kabupaten Subang, pada Hari Kamis, 18 November 2021.

Aksi tersebut buntut dari adanya tindak kekerasan yang dilakukan Oknum Anggota DPRD Subang, Ujang Sumarna secara fisik/fisikis maupun verbal kepada istrinya baru baru ini.

Dalam aksinya itu mereka mendesak Badan Kehormatan dan Pimpinan DPRD Subang segera menindak tegas oknum dewan itu.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Ela menyampaikan, bahwa mereka merasa marah dan kecewa atas anggota dewan yang bengis, baginya tindakan oknum tersebut sangat merendahkan dan sangat menginjak-injak harkat dan martabat kaum perempuan.

Terlebih lagi tindakan itu tak patut dilakukan oleh seorang pejabat publik yang bertugas melayani rakyat, bukan malah menyiksa rakyat apalagi istrinya, dia seharusnya menjadi suri tauladan bagi rakyatnya.

Tak hanya itu para Srikandi juga menyampaikan empat poin tuntutannya, diantaranya Pecat Oknum DPRD Penganiaya Istri, Pecat Oknum Anggota DPRD Tukang Main Perempuan atau Poligami Tanpa Izin Istri Pertama dan Penetapan Pengadilan, Polisi harus usut tuntas Oknum Anggota DPRD Pelaku KDRT dan Stop Kunjungan kerja (Kunker) jika hanya untuk pamer Wil (Wanita idaman lain).

Tak menunggu waktu lama, akhirnya Ketua Badan Kehormatan DPRD Subang, Evi Hanipah, serta perwakilan Ketua DPRD Subang, Elita Budiarti bersedia menemui para peserta aksi,

Menurut Ketua BK dan Perwakilan Ketua DPRD, pihaknya sudah melakukan upaya dengan memanggil kedua belah pihak yang bersangkutan dan sekarang keputusan BK itu sudah diranah pimpinan, selanjutnya pimpinan yang akan menindaklanjuti ke Partai yang bersangkutan, karena masalah pemecatan dan pemberhentian itu ranahnya di Partai yang bersangkutan.

BK itu hanya menindaklanjuti laporan dan mengeluarkan merekomendasi atas hasil yang sudah didapatkan pada saat mengklarifikasi dua pihak yang berseteru.

Ia Berharap, bahwa kasus ini dan kasus lainnya adalah kasus terakhir yang terjadi di DPRD Subang periode 2019-2024, “Kalau memang betul yang melaporkan dan disampaikan aspirasinya oleh teman- teman Srikandi, kami dari BK terutama kami dari perwakilan Srikandi DPRD Golkar turut prihatin kepada yang dirugikan dan mohon doanya agar BK kedepannya bisa mempertegas lagi tugas pokok fungsinya di DPRD, sehingga tidak ada lagi oknum-oknum lain yang menyusul kasus yang sama. (Hendra)

Berita Lainnya