Edan! Kades Lemahbang Dewa Usir Murid SLB Rogojampi

oleh

BANYUWANGI-JATIM, (PERAKNEW).- Pihak sekolah rehabilitasi atau Sekolah Luar Biasa (SLB) dibawah naungan PGRI  yang berada di Desa Lemahbang Dewo, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi merasa kecewa mendapat surat pengusiran secara mendadak oleh pihak Kades Lemahbang Dewo, H Agus Iswanto Prihadi. Sebagaimana dalam isi suratnya, yaitu Pengosongan Ruang Kelas SLB tersebut dengan diberi kesempatan waktu empat hari untuk pengosongan, karena akan diperuntukan sebagai gudang inventaris kantor oleh pihak desa.

Demikian diungkapkan salah seorang wali murid kelas 2 yang mendapat surat edaran dari pihak sekolah kepada Perak. Akibat adanya surat pengusiran dari pihak kepala desa yang secara mendadak, sehingga pihak SLB PGRI belum melakukan persiapan khusus, kini proses belajar mengajar terganggu, bahkan semua guru prihatin atas keputusan dan sikap kepala desa sehingga terjadi suatu persoalan dikalangan guru yang berada di Kabupaten Banyuwangi.

Bahkan, menurut keterangan salah satu guru pengajar di SLB PGRI Lemahbang Dewo, “Tindakan Kades Lemahbang Dewo terlalu mendesak terhadap pihak sekolah, kami khawatir dengan adanya tindakan kades yang begitu meresahkan guru SLB PGRI akan berimbas pada psikologi belajar anak didik kami, bahkan kini para wali muridpun merasa kecewa dan resah atas tindakan kadesnya itu.” Terangnya.

Menyikapi hal itu, Kamis (16/11) Ketua PGRI dan para guru beserta Kepala UPTD adakan rapat di UPTD Kabat, hadir dari UPTD Singanjuruh, Songgon, Blimbingsari.

Usai rapat, Ketua PGRI Kab. Banyuwangi, Sumarsono mengatakan, “Kami berharap penyelesaian ini jangan menimbulkan masalah, sehingga nanti Pemda, camat dan kades memberikan solusi saling bisa diterima dan SLB juga akan menerima apalagi membicarakan tentang pendidikan khususnya kepada anak didik SLB yang seharusnya diberikan pelayanan yang khusus terhadap anak sekolah SLB, adanya deadline dari kades, kita akan mengikuti, kerena kita sama-sama dibutuhkan untuk pelayanan masyarakat, cuman karena arogansi yang tidak bisa menempatkan semestinya sehingga timbul perbedaan pendapat disetiap kelompok,” ungkapnya.

(Leo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *