Edan! Diduga Tujuh Perusahaan di PT BMP Tanjungrasa Ilegal

oleh
PT BMP

Edan! Diduga Tujuh Perusahaan di PT BMP Tanjungrasa Ilegal

PATOKBEUSI-SUBANG, (PERAKNEW).- Sejumlah bangunan perusahaan yang berdiri di dalam area Perusahaan PT Budi Makmur Perkasa (BMP) beralamat di Desa Tanjungrasa Kaler, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang dan telah beroperasi selama puluhan tahun diduga illegal.

Berdasarkan hasil investigasi Perak dilapangan, bahwa sejumlah perusahaan illegal tersebut masing-masing memproduksi, diantaranya Karton, Plastik, Obat Nyamuk, Power Flan, Minyak, Mie dan Rajut.PT BMP Ilegal

Sementara, PT BMP yang dipimpin saat ini oleh, Antonio Timolti alias Acay itu hanya memproduksi Tepung Hun Kwe saja, 7 (Tujuh) perusahaan lainnya ilegal. Selain itu, dalam pengolahan limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3)nyapun diduga tidak sesuai prosedur. Pasalnya, masyarakat lingkungan perusahaan kerap mencium bau tak sedap dan menyengat limbah B3 yang dikeluarkan dari saluran piva perusahaan ke sungai dibelakang bangunan PT BMP.

Hal itu diungkapkan sejumlah sumber di lingkungan PT BMP, “BMP hanya produksi Tepung saja, yang lainnya itu diduga illegal. Bukan itu saja, setiap perusahaan BMP mengeluarkan limbah B3nya ke sungai, menimbulkan bau tak sedap dan menyengat. Namun, masalah tersebut sudah berlangsung puluhan tahun, hingga saat ini masih beroperasi dengan ijinnya yang diduga illegal dan limbah bau tak sedapnya itu, tidak ada tindakan apapun dari aparat terkait ataupun dari pejabat lebih tinggi, yaitu Bupati Subang sekarang dan yang dulu,” ungkapnya menyindir Bupati Subang periode ini, Imas Aryumningsih dan yang sebelumnya.

Dugaan tersebut diperkuat atas keterangan Kades Tanjungrasa Kaler, Dadang saat dikonfirmasi Perak dirumahnya, Sabtu (23/12/17), “Saya sempat menandatangani perpanjangan ijin domisili PT BMP, yaitu hanya untuk ijin domisili dua produksi saja, Tepung dan Mie, yang lainnya belum pernah, tapi saya bingung mengatasi masalah ini. Sementara itu, kewajiban tugas sebagai kepala desa dan disisi lain kasihan pada warga saya yang sudah nyaman bekerja di perusahaan BMP,” terangnya merasa serba salah dengan warganya.

Menyikapi dugaan ijin ilegalnya, Petugas Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Subang mengungkapkan, “PT BMP sudah ada ijinnya dari kami sejak lama, namun perusahaan lainnya yang berdiri di area BMP belum ada ijin, kalau bisa coba konfirmasi dulu dengan pak Yosep (Pegawai PT BMP),” ungkapnya menyarankan. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *