oleh

Dugaan Korupsi BPNT Di Desa Sukamandijaya Kembali Terjadi, Polisi Langsung Bergerak

PERAKNEW.com – Dugaan korupsi dana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kembali terjadi di Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, kali ini menimpa korban Keluarga Penerima Manfaat atau KPM BPNT atas nama Ratib seorang kakek yang sedang sakit struk warga Dusun Wesel, Desa Sukamandijaya.
Hal itu terungkap berdasarkan keterangan Ratib didampingi anaknya saat diwawancarai Perak pada Kamis, 7 Desember 2023 di rumahnya.

Ratib menerangkan, bahwa dirinya telah menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) BPNT dari ketua RTnya pada tahun 2021 lalu, namun bukan atas nama dirinya, melainkan atas nama Latip. Pada saat itu Ratib tidak menaruh rasa curiga sedikit pun terkait KKS yang diterimanya itu bukan atas nama dirinya.

Seiring berjalannya waktu hingga 2 tahun ini, tahun 2023 KKS atas nama Latip tersebut tidak pernah ada isi saldo bantuannya walau sudah kerap setiap bulannya dicek di Brilink terdekat.

Kecurigaan dan rasa penasarannya pun muncul, sehingga Ratib melalui anaknya melakukan pengaduan kepada petugas dinas terkait dan akhirnya dugaan korupsi dana BPNT atau perampasan dana bantuan BPNT yang merupakan haknya itu pun mulai menemukan titik terang.

Faktanya, KKS BPNT atas nama Ratib itu memang benar terdaftar dan aktif sudah dicetak pula, namun diduga KKS Ratib ini ditukarkan dengan KKS atas nama Latip tersebut oleh oknum.

Mendapat informasi dan dasar bukti yang diterimanya dari petugas dinas terkait tersebut, Ratib dan anaknya membuat laporan kehilangan KKS BPNT miliknya itu ke Polsek Ciasem dan selanjutnya mendatangi Bank BRI Unit Ciasem Girang untuk meminta Rekening Koran historis pencairan dana BPNT miliknya itu yang setiap bulan cair dengan nominal 200 Ribu rupiah per bulannya selama 2 tahun ini.

Akhirnya kasus tersebut pun terungkap dengan bukti rekening koran dari BRI itu, tercantum bahwa dana BPNT yang merupakan haknya itu telah digeser melalui transfer dari KKS miliknya atas nama PTR Ratib dengan nomor rekening 346101009010524 pindah ke rekening ATM atas nama Kurniawan nomor rekening 434101004276534 melalui transaksi mesin EDC.

Baca Juga : Soal Dugaan Korupsi Proyek DPUPR di Desa Pabean Ilir, Sekjen IK Angkat Bicara

Tidak sampai disitu, anaknya Ratib pun menelusuri seorang oknum yang mangambil haknya tersebut melalui salah seorang aparatur Desa Sukamandijaya dan akhirnya oknum itu telah diketahuinya.

Atas kejadian yang dialaminya itu, Ratib berharap ada kesadaran sang oknum untuk segera mengembalikan haknya tersebut dan meminta aparat penegak hukum untuk menindak siapa pun yang terlibat dalam perampasan haknya tersebut agar tidak ada lagi korban berikutnya.

Menyikapi persoalan itu, Kepala BRI Unit Ciasem Girang Yana menghimbau bagi siapa pun KPMnya untuk melihat historinya, silahkan tinggal datang ke BRI, tapi yang bersangkutan harus bawa bukunya, bawa kartunya dan bawa KTPnya untuk dicetakkan rekenking korannya, karena rekening koran perincian transaksi itu hanya orang yang bersangkutan dan tidak boleh diwakilkan, tapi kalau ada sesuatu yang memaksa, contoh sakit atau hal lain yang tidak bisa hadir ke bank, maka boleh menguasakan penuh kepada ahli waris tidak bisa kalau ke orang lain.

Lanjut Yana, mengenai mekanisme pembagian KKS dilakukan di kantor desa, kalau tidak terbagikan semua maka ditarik kembali oleh pihaknya untuk menunggu instruksi dibagikan kembali, karena yang menerima harus KPMnya langsung tidak boleh diwakilkan oleh siapa pun termasuk kepala desa sekalipun.

Disinggung soal KKS bisa pindah tangan ke orang bukan pemiliknya langsung apalagi dikumpulkan disatu orang untuk diwakilkan pengecekannya, Yana menegaskan tidak boleh, karena KKS adalah dompetnya KPM itu sendiri yang diberikan khusus untuknya oleh negara.

Atas pemberitaan Perak tersebut, Unit Tindak Pidana Korupsi pada Polres Subang belum lama ini telah menindaklanjuti kasus BPNT Desa Sukamandijaya ini dan sudah turun ke lapangan melakukan Pengumpulan bahan keterangan korban Ratib dan Pemilik BRILink Rai Raka, yakni seorang yang namanya tercantum dalam rekening Koran dari BRI tersebut dan juga Kaur Kesra Pemdes Sukamandijaya.

Baca Juga : LSM IK Ancam Laporkan Dugaan Penyimpangan Proyek Jalan di Desa Pabean Ilir, Kabid DPUPR Indramayu Bungkam

Selanjutnya, pihak Polres Subang juga akan memanggil ketua RT yang bersangkutan dan seluruh para kepala dusun se-Desa Sukamandijaya.

Seperti diberitakan Perak sebelumnya, kasus serupa masih di Desa Sukamandijaya ini juga sempat dilaporkan oleh Forum Masyarakat Peduli Provinsi Jawa Barat (FMP Jabar) hingga dikeluarkannya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Pengumpulan Bahan Keterangan dari Polres Subang yang sampai ke meja Posko Pusat LSM FMP Jabar pada Bulan Desember 2022 dan Januari 2023 lalu, bahwa Tim Penyelidik Unit Tindak Pidana Korupsi pada Polres Subang sudah melakukan pengumpulan bahan keterangan, meminta dokumen dan klarifikasi terhadap 3 (tiga) pengelola Agen E-Waroeng/Brilink Desa Sukamandijaya dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) atau Pendamping Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kecamatan Ciasem, serta melakukan permintaan keterangan terhadap Ketua RT 01, 02 dan Ketua RT 03 Dusun Karanganyar Timur Desa Sukamandijaya.

Pasalnya, para oknum perangkat dan Aparatur Desa Sukamandijaya mulai dari kepala dusun hingga ketua RT diduga telah melakukan penarikan KKS BPNT dari para pemiliknya untuk dikumpulkan dan digesek secara masal disalah satu e-Warong atau Brilink milik oknum kepala desanya.

Bahkan Oknum Kepala Desa Sukamandijaya Hj. Ernawati juga sempat diwawancarai Perak di kantornya pada tanggal 28 Maret 2023 lalu yang mengaku dirinya sudah dipintai keterangannya oleh pihak Polres Subang.

Sementara beberapa oknum ketua RT di Desa Sukamandijaya saat diwawancarai Perak menyatakan, bahwa pelanggaran yang dilakukannya itu atas perintah para oknum kepala dusunnya yang diperintahkan pula oleh sang oknum kepala desa tersebut.

Selanjutnya, beberapa oknum kepala dusun Desa Sukamandijaya mangakui bahwa KKS memang benar ditransaksikan di mesin EDC E-Waroeng milik kepala desa dan seluruh paketan sembako tersebut semua dipasok oleh sang kepala desa.

Baca Juga : PT Himindo Kerjakan Proyek Puluhan Miliar di BB Padi Sukamandi Diduga Sarat Penyimpangan

Namun Oknum Kepala Desa Sukamandijaya, Hj Ernawati membantah pernyataan anak buahnya itu, bahwa kolektif KKS itu atas dasar keinginan para KPMnya sendiri dan paketan sembako yang dibagikan di rumah para kadus itu bukan miliknya melainkan adalah milik suaminya. (Hendra/Galang)

Berita Lainnya