Duel Dua Siswa SD di Banjaran Berujung Maut

oleh
Duel Dua Siswa SD di Banjaran Berujung Maut

KAB. BANDUNG, (PERAK).- Dua orang anak dibawah umur yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Bandung terlibat perkelahian yang mengakibatkan kematian pada satu diantaranya, yaitu AM (11), siswa kelas 6 oleh lawannya, AR siswa kelas 5 di Kampung Cibaribis RT 01/ RW 18, Desa Mekarjaya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/11/2017) sekitar jam 09.00 WIB. Perkelahian terjadi berawal dari akan melakukan olah raga sepak bola antara tim korban dan pelaku di lapang sepak bola belakang SMK PGRI di lokasi sekitar sekolahnya itu. Tiba-tiba korban yang datang mengendarai sepeda motor, mengayun-ngayunkan gas sepeda motornya berkali-kali mengakibatkan bising kenal potnya dan sehingga mamancing emosi pelaku. Menurut sejumlah saksi mata kejadian, “Maneh wani gelut jeung urang (Kamu berani berantem sama saya),” katanya menirukan ucapan pelaku. Masih menurut mereka, “AM (korban) menjawab tidak berani, bahkan sempat meminta maaf kepada AR (pelaku), tapi omongan AM tidak ditanggapi oleh AR dan dia langsung memukul korban,” jelas mereka. Korban tewas, lanjut mereka akibat dibagian ulu hatinya dihantam oleh pelaku (AM), kemudian kemaluannya ditendang, setelah itu, pelakupun memukul kearah ulu hati kembali hingga korban terjatuh tersungkur, dalam keadaan jatuh, bagian dada korban ditekan menggunakan lutut kanan pelaku, tidak itu saja, pelaku memukul leher korban sebanyak 3 kali dan terakhir mengenai hidung. Korban sempat dibawa ke Puskesmas setempat oleh para gurunya yang mendapat informasi dari teman-teman korban. Namun nyawa korban tidak tertolong. Kini kasusnya tengah ditindak lanjuti pihak Polsek Banjaran dan sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti. Namun, berdasarkan informasi yang didapat, pihak keluarga korban tidak bersedia ada tindakan otopsi, karena menyadari, bahwa kejadian tersebut suatu musibah dan tidak akan menuntut pihak manapun, kemudian dari pihak keluargapun menyatakan, bahwa kejadian tersebut sudah selesai. Asep R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *