oleh

Diduga Puskesmas Jatibaru Persulit Permohonan Surat Rujukan Pasien

CIASEM-SUBANG, (PERAKNEW).- Pelayanan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Desa Jatibaru, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang persulit permohonan surat rujukan berobat pasien bernama Rohati (55) Warga Dusun Dukuh Hilir Barat, Desa Dukuh, Kec. Ciasem, Kab. Subang, belum lama ini.

Seperti diungkapkan Keluarga Pasien (Rohati) kepada Perak, “Saat kami meminta surat rujukan ke Puskesmas Jatibaru untuk anggota keluarga kami ini, berobat ke RSUD Ciereng, pada tanggal 28 Bulan Mei 2021, namun Petugas Bagian Rujukan Puskesmas Jatibaru berdalih, bahwa kartu yang diajukan adalah KIS (Kartu Indonesia Sehat) yang dimiliki Rohati sudah lama tidak aktif. Padahal pihak keluarga sudah menjelaskan, bahwa KIS yang disodorkan untuk membuat rujukan adalah kartu BPJS bayar dan sudah dibayar sebesar Rp280.500 untuk tiga jiwa dengan nilai tunggakan nol pada hari sebelumnya, yaitu tanggal 27 Mei 2021 dengan nomor referensi 45F8AA355E4B5AE1,” ungkapnya.

Lanjutnya, “Setelah mendapatkan penjelasan tersebut, petugas puskesmas itu merasa kaget, ironis ko seorang pegawai puskesmas tidak tahu, bahwa kartu itu adalah kartu BPJS bayar, padahal tertera Nomor kode BPJS 0002451371567. Namun, sudah kami jelaskan yang sebenarnya, hingga saat ini Petugas Puskesmas Jatibaru tetap belum juga membuatkan surat rujukan berobat Rohati,” terangnya.

Pengurus Tim Evakuasi Pasien (TEP) Keluarga Miskin (Gakin) LSM Forum Masyarakat Peduli (FMP), Pipin selaku pengurus dan pendampingan pasien atas nama Rohati tersebut, merasa geram mendengar kejadian itu, “Padahal permohonan rujukan berobat Rohati ini, dibantu oleh Kepala Desa Dukuh, Pak Ade Godam dan stafnya, namun pihak Petugas Puskesmas Jatibaru tetap saja mempersulitnya,” tandasnya.

Lanjut Pipin menjelaskan, “Sehubungan pasien Rohati kondisinya darurat, kami tetap membawa Rohati berobat ke RSUD Ciereng menggunakan Unit Siaga FMP dengan dibuatkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) oleh Pemdes Dukuh, karena Kartu BPJS Rohati tersebut tidak diterima oleh Puskesmas Jatibaru, tetapi pas sesampainya di RSUD Ciereng, Kartu BPJS Rohati diterima, karena memang benar sudah dibayar dan aktiv, hal itu diketahui atas dasar pengecekan petugas RSUD Ciereng,” jelasnya.

Menyikapi permasalahan tersebut, Perak mencoba konfirmasi pihak Puskesmas Jatibaru, pada Jum’at, 28 Mei 2021 sekira pukul 11;30 WIB, namun petugas ba gian rujukannya tidak ada di tempat, yang ada hanya staf bagian apotekernya saja dan mengatakan, “Petugas bagian rujukan sudah pada pulang, nanti Senin saja surat rujukannya dibuatkan,” ujarnya. (Pepen)

Berita Lainnya