oleh

Diduga Pekerjaan Proyek BBWSC Bendung Gadung Menyimpang

SUBANG, (PERAKNEW).- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KPUPR), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (DJ SDA), Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC), Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (Satker OP) SDA, telah realisasikan pekerjaan pemeliharaan berkala Bendung Gadung, di Desa Kihiyang, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, sumber dana APBN 2018, nomor kontrak HK.02.03/PPK.OP.SDA.IV.Av/13/2018, nilai kontrak Rp1.751.380.000.00, waktu pelaksanaan 150 hari, kontraktor CV Tunggul Putro.

Namun sayang, dibalik niatan baik dari pemeliharaan tersebut, ada oknum selaku pelaksana pekerjaan mencoba memanfaatkannya dengan tidak baik.

Sesuai hasil kroscek di lokasi pekerjaan proyek yang dibiayai senilai satu milyar rupiah lebih dari rakyat itu, ditemukan ada dugaan penyimpangan dalam proses pelaksaan pada beberapa item pekerjaannya.

Diawali pada item pekerjaan pembangunan tembok tebingnya, menggunakan batu-batu bekas bangunan bronjong di bendungan tersebut.

Untuk pekerjaan normalisasi sungai, tanah lumpur hasil pekerjaan normalisasinya tidak diangkut ke suatu tempat ke luar dari lokasi proyek, melainkan ditumpuk di tanggul pinggiran sungai dan tanggulnya sudah mengalami banyak yang longsor.

“Perkerasan jalan dan tanah lumpur normalisasi numpuk di sebelah sebrang sungai, tanggulnya sudah mengalami banyak longsor” 

Dan item pekerjaan perkerasan jalan tanggul sungainya, diduga tidak melalui tahapan standar perkerasan jalan. Nampak di jalan tanggul sungai yang masih labil itu, tahap awal pekerjaan tidak menggunakan limstun atau batu kapur yang kegunaannya untuk menekan air ketika terjadi meluap dari bawah, tahap hamparan kedua menggunakan batu macadam 5-7 untuk menahan bobot dan tahapan terakhir menghamparkan secara rata volume jalan, menggunakan material sirtu agar mampu menyerap air juga bisa menjadi perekat diantara dua bahan material ditahapan bawahnya tersebut.

Menyikapi hal itu, ketika hendak konfirmasi, di lokasi proyek tidak ada satu orangpun mandor atau para pekerjanya yang tengah mengerjakan proyek dimaksud. Begitu pula orang selaku pemilik CV/kontraktor pelaksana tidak nampak ada di lokasi proyek, apalagi konsultannya. (Hendra/Anen)

 

Berita Lainnya