Diduga LPMD Tanjungrasa Kerjakan Jalan Gang Asal-asalan
Diduga LPMD Tanjungrasa Kerjakan Jalan Gang Asal-asalan

Diduga LPMD Tanjungrasa Kerjakan Jalan Gang Asal-asalan

PANTURA-SUBANG, (PERAKNEW).- Dana Banprov Desa Tanjungrasa anggaran 2017 senilai Rp150 Juta yang dialokasikan untuk pengecoran jalan gang di 4 kewakilan Desa Tanjungrasa diduga dikerjakan asal-asalan. Hal ini terlihat dari tahapan pekerjaan dimana material dasar sejenis batu koral terlalu tebal dimaksudkan untuk mengelabui ketebalan coran dasar yang hanya 3 Cm seharusnya 5 CM dan coran atas 10 CM, sehingga totalnya 15 CM. Masing- masing jalan tersebut berukuran 112 M x 2 M panjang 450 M dan sebagai pelaksana LPMD Tanjungrasa.

 

Saat dikonfirmasi Perak, salah satu anggota BPD menjelaskan meski tanpa RAB, pengerjaan tetap berjalan, sebab saat Ketua BPD Asep.S mempertanyakan RAB kepada Kades Ucu Putra selalu berdalih dan terkesan melempar persoalan.

 

“Dia bilang sudah di kasihkan ke Ketua LPM yang baru di angkat seminggu yang lalu yakni Ujang Sanim,” ujarnya, tapi ketika di pertanyakan lagi ke salah satu anggota LPM katanya ada di Sekdes, seolah-olah BPD yang sebagai pengawas Desa tidak boleh tahu masalah pembangunan yang ada di desanya.
“Sebenarnya ada apa?” ujar Ketua BPD dengan nada bingung. Dan keterangan dari salah satu anggota LPM RAB nya lagi diperbaiki.

 

Ketika Perak cek lokasi pembangunan jalan rigid gang lainya yang ada di Dusun Tegalpanjang I juga dikerjakan dengan asal-asalan. Dugaan kuat itu didasarkan karena sudah jelas coran dasar yang seharusnya 5 cm terlihat ketika di tambah beton dasar Jayamix paling ada 3 CM atau 4 CM karena koral dasar terlalu tebal sedangkan yang seharusnya tinggi dasar 5 CM atas 10 CM jadi 15 CM untuk tinggi dan lebar 2 M sepanjang 450 M nyatanya dari 450 M juga masih kurang 2 meter di RT 01 blok Kobakenok Dusun Pasung.

 

Dijelaskan Bendahara LPM Carwi dengan wajah lesu, “Kalo bangunan rigid jalan gang ini kayaknya rugi karena uang yang Rp150 juta di potong PPN 22 % sisanya tinggal Rp128 juta, namun yang diterima saya hanya Rp120 juta,” ungkapnya seraya mengeluh kepada Ketua BPD Tanjungrasa, Asep. Carwi pun mengaku sempat mempertanyakan yang Rp8 juta nya kepada bendahara desa, Carnadi namun belum ada kejelasan.

 

Padahal seperti jajaran BPD yang notabene mitra dari pemerintahan desa tidak bosan-bosan dan sungkan untuk mengkritisi agar pembangunan Desa lebih baik lagi. Terakhir BPD mengungkapkan pada Perak harapannya semoga Desa Tanjungrasa ini lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya. Cj. Ihkwanudin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here