Desa Tribaktimulya Jadikan Pembangunan Bersinergi

oleh
Desa Tribaktimulya Pangalengan

Desa Tribaktimulya PangalenganDesa Tribaktimulya Jadikan Pembangunan Bersinergi

PANGALENGAN-BANDUNG, (PERAKNEW).- Dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan yang menuju pada percepatan pembangunan harus terus menerus dikembangkan melalui program pemerintah yang berkesinambungan, baik itu anggaran dari Pemerintah Kabupaten Bandung maupun dari pusat.

Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, tepatnya di Desa Tribaktimulya saat ini sudah melakukan terobosan untuk meningkatkan sumber daya masyarakat lebih baik lagi.
Hal tersebut jadi sebuah daya dan upaya terhadap jalannya roda pembangunan dengan adanya program dari pemerintah. Masyarakat dapat menikmati hasil dari pembangunan yang ada di wilayah desa Tribaktimulya.

Program ini merupakan perwujudan pada skala prioritas pembangunan yang sudah dianggarkan melalui usulan Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) atau usulan yang lainnya. Pembangunan ini juga dapat mendorong kemajuan daerah dan meningkatnya percepatan pembangunan.

Dengan upaya seperti itu, Kepala Desa (Kades) Tribaktimulya, Cahya Sukmana, S.Pd. menyampaikan kembali terkait dengan pembangunan dan perkembangan wilayah kerjanya yang dipimpin dia. Hasil-hasil yang didapat  selama menjadi seorang kepala desa adalah berupaya melakukan pelayanan terhadap masyarakat, baik itu dalam posisi siang atau malam, karena tugas sebagai Kades sungguh sangat mulia, diumpamakan ada kendala pada malam hari ditengah masyarakat, sudah barang tentu bentuk pelayanan terhadap warganya harus cepat tanggap untuk menangani dan memberikan pelayanan yang baik.

Kemudian. Cahya menyampaikan, bidang pembangunan Desa Tribaktimulya saat sekarang ini sudah selesai dilaksanakan melalui anggaran dari pemerintah, yaitu dari ADPD Kabupaten Bandung, lalu dilanjutkan pada pembangunan infrastruktur diantaranya kantor desa dan anggaran dana corporate social responsibility (CSR), yang merupakan suatu konsep atau tindakan yang dilakukan oleh perusahaan sebagai rasa tanggung jawab perusahaan terhadap social maupun lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. Hal itu diterapkan ke Posyandu di kampung Mekar Bakti RW 08 dan anggaran bantuan Gubernur (Bangub) diperuntukkan drainase sepanjang 360 m2 tinggi 50 cm dan anggaran dana desa 2017 sudah direncanakan untuk pembangunan Posyandu di 6 RW , PAUD 1, TPT 3. Juga untuk memberdayakan Lumbung desa (Bungdes).

“Kami sangat berterimakasih kepada Pemerintahan Kabupaten Bandung atau dari pusat yang telah memberikan bantuan terhadap desa kami,” ujar Cahya.

Selain itu, seperti Rutilahu, pembangunannya belum merata dan memohon kepada pemerintah baik kabupaten maupun pusat bisa membantu. Diakhir penyampaiannya, Cahya Sukmana, Sebagai kades dalam menjalankan pembangunan tersebut tak lepas dari peran serta dari semua pihak, BPD, LPMD dan masyarakat. 3 pilar desa ini saling bersinergi dan solid dalam menjalankan tugas serta mempunyai dedikasi yang baik dengan tujuan kedepan, bahwa desa harus lebih meningkat lagi.

(Asep Rahmat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *