oleh

Dampak Pelabuhan Internasional, Ratusan Nelayan Patimban Tagih Janji Kang Dedi Mulyadi

SUBANG, (PERAKNEW).– Ratusan Nelayan terdampak Proyek Pelabuhan Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang tagih janji Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Golkar, Kang Dedi Mulyadi atas janjinya akan membantu merealisasikan dana kompensasi atau ganti rugi atas tergerusnya area tangkap ikan para nelayan setempat oleh pelabuhan itu, sehingga tidak bisa melaut seperti biasa dan penghasilannya menurun drastic, bahkan setiap harinya tidak mendapat hasil tangkapan ikan sama sekali.

Seperti diungkapkan oleh puluhan orang Nelayan Patimban perwakilan dari ratusan nelayan lainnya, saat diwawancarai Perak, “Kami menagih janji ke pak Dedi Mulyadi, karena sudah tiga bulan ini, sejak Bulan November 2020 ketemu di Kantor DPR RI, pak Dedi Mulyadi berjanji akan membantu kami agar mendapatkan dana kompensasi dari dampak Proyek Pelabuhan Patimban ini. Tapi pak Dedi belum juga memberikan kabar apa-apa, pernah datang ke sini, tapi sebentar langsung balik lagi,” tuturnya kecewa atas janji pejabatnya yang tidak serius, pad Sabtu (30/1/2021), saat ditemui di kampungnya.

Lanjut mereka, “Kondisi saat ini, penghasilan dari melaut kami semakin menurun, jangankan buat jajan anak sekolah, makan sehari-hari saja sulit, bahkan setiap harinya kami selalu berantem dengan istri hingga ada yang cerai rumah tangganya,” ungkapnya berkeluh kesah berharap ada hati nurani dari pejabat pemerintahannya.

Bagaimana tidak menurut pengakuan mereka, “Coba bapak Dedi bayangkan penderitaan kami ini, dulu sebelum ada Pelabuhan Patimban, setiap hari melaut kami suka mendapat Rajungan 10 Kg yang jik diuangkan menjadi sekitar R700 Ribu, tapi sekarang boro-boro 10 Kg, dapat 1 Kg saja susahnya minta ampun, karena semua area tangkap ikan kami digerus habis oleh Proyek raksasa ini,” terangnya memprihatinkan.

Seperti telah diberitakan Perak sebelumnya, sejumlah puluhan masa Paguyuban Nelayan Patimban tersebut, sempat melakukan Aksi Jalan Kaki dari Subang ke Jakarta (DPR-RI, Istana Negara, Kemenhub dan KPK), mulai dari Hari Kamis, 19 November-23 November 2020 dan di Kantor DPR RI bertemu dengan Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi.

Betapa tidak, bukan hanya keringat, pegal-pegal, keram dan bengkak pada kakinya, bahkan meriang pada badannya saja yang dialami mereka selama 4 (empat) hari aksi jalan kaki hingga larut tengah malam itu, sedikit tetesan darah pun sempat keluar dari masing-masing kaki mereka, demi bisa cepat sampai ke Jakarta dan menemui pemerintah pusatnya untuk menyampaikan aspirasinya itu.

Namun, rasa cape dan pedih yang dialaminya dalam perjuangan itu, seolah terhapus oleh kegembiraan yang begitu luar biasa saat sesampainya mereka di Pintu Gerbang Gedung DPR-MPR- RI karena disambut oleh salah seorang Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Golkar, Dedi Mulyadi, pada Senin siang, 23 November 2020.

Pada kesempatan itu, Dedi Mulyadi berjanji kepada Puluhan Masa Aksi Jalan Kaki Subang-Jakarta (Nelayan Patimban red) akan berkunjung ke Patimban dan membantu nelayan Patimban, agar tuntutan yang mereka sampaikan, yaitu Dana Kompensasi Proyek Pelabuhan Patimban yang menggerus laut merupakan area tangkap ikan mereka segera terealisasi.

Dedi Mulyadi yang juga mantan Bupati Purwakarta Dua Priode itu menyebut, “Ini masalah lokal, seharusnya kalian tidak usah ke sini, cukup pemerintah daerah saja cukup, tadi saya telpon Bupati Subang (H Ruhimat) tapi belum dijawab, nanti saya telpon lagi malam. Masa merealisasikan dana kompensasi satu Minggu sekali untuk sekira 200 (dua ratus) nelayan saja tidak bisa,” tegasnya prihatin atas masalah yang dialami para nelayan tersebut.

Lebih lanjut Dedi meyakinkan, “Tanggal 10 Desember 2020 saya akan melakukan Reses di Patimban, nanti ketemu di sana, sekarang bapak-bapak pulang, tunggu saya di sana,” ujarnya.

Penanggungjawab Aksi Jalan Kaki, Asep Sumarna Toha mengucapkan terimakasih kepada sejumlah pihak, yaitu KPK, Kemensesneg (Istana Negara) dan Kemenhub. Terutama kepada DPR RI, dalam hal ini kepada Dedi Mulyadi yang sudah bersedia menemuinya dan para naelayan, serta berkenan membantu nelayan untuk berencana merealisasikan Dana Kompensasi kepada Paguyuban Nelayan Patimban binaan lembaganya itu.

Menyikapi hal itu, ratusan Nelayan Patimban yang saat ini turut ikut bergabung juga dari ratusan Nelayan di Wilayah Kabupaten Indramayu menuntut dana kompensasi, karena mengalami nasib yang sama terkena dampak Pembangunan mega proyek tersebut, masih menunggu ketepatan janji sang Anggota DPR RI yang tidak lain adalah asli kelahiran dari Kab. Subang-Jawa Barat dimaksud. (Hendra2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya