NGAMPRAH-KBB, (PERAKNEW).- Jumlah warga yang melakukan perekaman kartu tanda penduduk elektronik di Kabupaten Bandung Barat mengalami peningkatan hingga enam kali lipat. Hal ini tak hanya menyebabkan pembaharuan data di pusat tersendat, tetapi juga membuat petugas di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kewalahan.

Kepala Disdukcasip Bandung Barat Wahyu Diguna mengatakan, jumlah warga yang melakukan perekaman selama dua pekan hingga 14 September mencapai 9000 orang lebih atau rata-rata 600 orang per hari. Padahal, biasanya hanya 3000-an orang per bulan atau rata-rata 100 orang per hari.

“Kenaikannya signifikan karena awalnya perekaman harus selesai 30 September. Namun karena banyak daerah yang belum bisa menyelesaikannya, akhirnya perekaman e-KTP ini diperpanjang hingga pertengahan 2017,” katanya di Ngamprah, Kamis (15/9/2016).

Dia menuturkan, sisa jumlah warga yang belum melakukan perekaman e-KTP di Bandung Barat menurut data dari pemerintah pusat sebanyak 7.974 0rang. Sementara, berdasarkan pendataan di Disdukcasip Bandung Bart, jumlahnya masih 90.000 lebih dari total wajib e-KTP sebanyak 1.014.742 jiwa. Untuk jumlah warga yang menunggu pencetakan e-KTP yaitu sebanyak 2.712 orang.

Meningkatnya perekaman membuat pembaruan data di pusat tersendat. Jika biasanya data muncul maksimal 8 jam seusai perekaman, kali ini baru muncul dua pekan kemudian.

Wahyu mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengurus e-KTP. Namun, dia tak memungkiri hal itu juga membuat petugas di dinasnya kewalahan hingga harus bekerja lembur.

“Para petugas Disdukcasip bekerjasama tengah malam setiap hari dan jemput bola ke daerah-daerah pelosok. Kerepotan memang, tetapi masih bisa dijalani.” ujarnya.
Kendala lainnya yaitu buruknya jaringan di daerah pelosok. Sering kali, perekaman terhambat gara-gara tidak ada sinyal, ungkapnya. Ferry/Edy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here