NGAMPRAH-KBB, (PERAKNEW).- Empat dari delapan terminal di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dinilai tidak memadai. Keempatnya adalah Terminal Cipatat,Lembang,Parongpong dan Cipeundeuy.

Demikian diungkapkan Kabid Teknik Prasarana Dishub KBB, M.Fauzan kepada Perak di Ngamprah, Senin(13/3). Disebutkannya, terminal yang sudah memadai diantaranya Cililin, Cimareme, Sindangkerta  dan Padalarang.

Fauzan mengakui, saat ini beberapa terminal di KBB belum berfungsi sebagaimana mestinya. Padahal, terminal seharusnya berfungsi sebagai  simpul transportasi, bukan hanya bangunan yang asal berdiri.

”Artinya, terminal harus menjadi tempat awal dan akhir pemberangkatan angkutan umum. Namun itu tadi, fungsi terminal belum sepenuhnya dijalankan. Para sopir angkot sering beralasan di teminal susah mencari penumpang,” kata Fauzan. Oleh karena itu,lanjutnya Dishub KBB akan membenahi terminal agar kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Apalagi selama ini tidak sedikit sopir angkot yang menunggu penumpang di luar terminal.

”Kenyataan di lapangan, angkot itu malah menunggu penumpang di pinggir jalan yang mengakibatkan kemacetan. Secepatnya itu akan kami benahi,” kata Fauzan. Untuk mengembalikan fungsi teriminal tersebut, Dishub KBB akan melakukan pembenahan dan berkoordinasi dengan dinas terkait, Organda, hingga muspika.

”Pada intinya, kita ingin ada kesepahaman dalam memfungsikan terminal ini. Karena memang beberapa terminal seperti Cimareme dan Cililin belum berfungsi sebagaimana mestinya,” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Bandung Barat, Abubakar mengatakan, tahun ini akan membenahi salah satu terminal sebagai role mode dalam menciptakan lingkungan terminal yang sehat.

”Nanti kita akan benahi salah satu terminal untuk dijadikan model terminal sehat.Fasilitasnya kita lengkapi mulai dari WC dan fasilitas lainnya serta larangan merokok di kawasan terminal itu,” kata Abubakar.

Adapun dalam menciptakan lingkungan sehat khususnya di bidang lalu lintas ini, lanjut Abubakar, ada beberapa hal yang harus diperhatikan mulai dari kelayakan kendaraan, sarana prasarana terminal yang memadai dan etika dalam berkendara.

”Selain itu,kami juga memeriksa kendaraannya juga dengan melakukan uji emisi, serta melakukan kampanye untuk tidak merokok didalam kendaraan umum,” paparnya. Ferry/Edy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here