Bela Paletina

Bela Palestina, Mari Boikot Produk Amerika-Israel!

JAKARTA, (PERAK).-Pasca pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, bahwa AS mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel dan akan memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem, 6 Desember 2017 di Gedung Putih di Washington mengundang gelombang aksi solidaritas untuk Palestina terus menggema di penjuru dunia.
Seiring keputusan kontroversial Trump tersebut dianggap lancang oleh masyarakat internasional karena kepemilikan Yerusalem hingga kini masih dipersengketakan antara Israel dan Palestina, dan masih dianggap “status quo” oleh Perserikatan Bangsa Bangsa. Palestina pun mengaku memiliki kota itu karena penduduknya banyak yang menghuni Yerusalem bagian timur, sehingga tidak bisa begitu saja diklaim secara sepihak oleh Israel dan harus diselesaikan melalui meja perundingan.
Maka, sejumlah negara – termasuk Indonesia – mengecam keputusan sepihak pemerintah AS itu di bawah pimpinan Trump, yang dinilai semakin menambah ketegangan di al-Quds, sekaligus memperberat upaya-upaya perdamaian di Timur Tengah sejak konflik berkepanjangan separuh abad lamanya.
Atas Masalah itu, hampir satu juta masa Ulama Indonesia sebagai Negara Muslim Terbesar di dunia melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar “Aksi Bela Palestina” di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Ahad/ Minggu (17/12/2017).
Seruan mengecam sikap Presiden Trump terkait Yerusalem hingga ancaman boikot produk-produk AS disuarakan di tengah-tengah aksi yang dihadiri hamper satu juta umat Muslim Indonesia ini. Massa dari berbagai ormas dan kelompok ini tumpah ruah, berkumpul dan bersatu di lapangan Monas. Sebagian mereka bahkan, sejak Minggu dini hari sudah berkumpul di Masjid Istiqlal, shalat Subuh berjamaah.
Usai Subuh berjamaah, massa mulai bergerak ke kawasan Monas, memenuhi simpul-simpul aksi membaur bersama jemaah lainnya dari berbagai penjuru daerah. Kaum Muslimim satu suara menghimpun solidaritas untuk saudara seiman di Palestina.
Sejumlah tokoh penting negeri ini hadir melebur bersama umat di Aksi Bela Palestina. Antara lain, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, Ketua MPR, Zulkifli Hasan, Ketua Umum MUI, KH. Ma’ruf Amin, Ketua PBNU, KH. Masyhudi Suhud, KH. Abdullah Gymnastiar, Ustaz Bachtiar Nasir dan beberapa tokoh lainnya.
Dalam aksi tersebut, “Kalau Donald Trump tidak mau juga mencabut, kita perang, boikot AS, kita akan buat petisi kepada pemerintah lewat Kedubes AS. Setuju?” teriak Ketua Umum MUI, KH. Ma’ruf Amin saat berorasi.
Ia menegaskan, umat Islam merasa tersakiti dengan pengakuan sepihak Trump soal Yerusalem ibu kota Israel. Oleh karenanya, Ia berharap seluruh umat Islam di Indonesia bisa bersatu, demi membantu rakyat Palestina membebaskan diri dari penjajahan zionis Israel dan sekutunya, “Kita wajib dukung itu. Negara Palestina masih dapat gangguan dari Israel dan AS, kita bebaskan Palestina,” ajak dia sambil menggemakan takbir.
Dalam aksi tersebut, MUI yang mewakili seluruh perwakilan ormas Islam juga menyampaikan petisi yang ditujukan kepada Presiden AS Donald Trump. MUI mengecam keras sikap keputusan sepihak Donald Trump yang menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Petisi yang diatasnamakan seluruh ketua ormas Islam di Indonesia itu akan dikirimkan ke Kedutaan Besar AS di Indonesia, Senin pagi, 18 Desember 2017. Sekretaris Jenderal MUI, KH. Anwar Abbas didapuk untuk membacakan delapan butir petisi di depan peserta Aksi Bela Palestina pagi itu, inti dari isi petisinya, yaitu meminta masyarakat Indonesia untuk berhenti membeli produk-produk Amerika, hingga Trump mencabut keputusannya untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem, “Jangan mengandalkan produk mereka,” teriaknya diserukan massa, yang termasuk pria, wanita dan anak-anak sambil mengibar-ngibarkan bendera Indonesia dan Palestina berteriak “boikot!”
Pada petisi tersebut, Donald Trump didesak segera mencabut pernyataannya. Jika tidak, sejumlah ormas yang telah menandatangani petisi tersebut ingin PBB membekukan Amerika sebagai anggota PBB, “Keputusan Presiden Amerika Donald Trump yang secara sepihak atau uniteral mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel telah mencederai asas keadilan dan melanggar hak asasi manusia rakyat Palestina dan merusak upaya perdamaian antara Israel dan Palestina yang selama ini diupayakan oleh PBB dan OKI. Keputusan tersebut harus dibatalkan dan dicabut secepatnya,” tandasnya membacakan isi petisi
Dalam petisi tersebut juga meminta DPR agar membentuk tim panitia khusus untuk meninjau investasi Amerika di Indonesia, “Kemudian mendesak DPR untuk membentuk panitia khusus untuk meninjau kembali segala investasi Amerika Serikat di Indonesia,” desaknya.
Para ulama juga menuntut, agar negara-negara lain tidak mengikuti langkah AS untuk memindahkan kedutaan mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan sidang darurat, guna membahas deklarasi Trump.
Sementara itu, Presiden Indonesia, Joko Widodo juga mengecam keras langkah Trump, yang dia sebut sebagai pelanggaran terhadap resolusi PBB. Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan telah lama menjadi pendukung kuat aspirasi Palestina untuk menjadi sebuah negara bagian.
Menyikapi berlangsungnya aksi itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, masa aksi bergerak dengan damai sekitar 3 kilometer dari Taman Monas ke Kedutaan Besar AS. Beberapa media lokal juga melaporkan jumlah demonstran tersebut, dua kali lipat dari perkiraan polisi. Sekitar 20 ribu pasukan keamanan dikerahkan untuk mengamankan demonstrasi tersebut. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here