oleh

Aini (Balita Hidrosefalus) Butuh Uluran Tangan, Karang Taruna Sukamandijaya & Grab Aksi Turun ke Jalan

PANTURA-SUBANG, (PERAKNEW).- Karang Taruna Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang bersama Tim Grab (Ojek Online) lakukan penggalangan dana untuk bantu meringankan biaya operasional berobat bayi perempuan bernasib malang penderita Hidrosefalus dan Gizi Buruk (Aini Nurfadilah), yang tengah menjalani tindakan perawatan di rumah sakit, dengan cara aksi turun ke Jalan Ampera-Sukamandijaya, Senin, 23 Desember 2019.

Aini hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Tarakan Depok dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, sudah menginjak selama enam bulanan, terhitung sejak Bulan Juni 2019, bulan dilahirkannya ke dunia bersama saudari kembarnya, Aina Nurfadilah.

Disela acara sosial turun ke jalan itu, Ketua Karang Taruna Sukamandijaya, Hendra Sunjaya berharap, “Semoga sedikit biaya hasil penggalangan dana bersama Tim Grab (Ojek Online) di jalan ini, bisa bermanfa’at bagi adik Aini di Rumah sakit dan mudah-mudahan adik Aini bisa cepat dapat menjalani operasi, serta sembuh dari sakitnya itu. Insya Allah kedepannya kami bisa membantu lebih maksimal lagi,” ujar Hendra yang akrab disapa Enjoy ini, mendo’akan.

Seperti diucapkan kedua orang tua pasien, bernama Iman Tarsiman (Ayah) dan Lia Wahyuni (Ibu), mengucapkan terimakasih kepada para dermawan yang sudah membantunya, baik moril maupun materil, termasuk kepada Karang Taruna Desa Sukamandijaya dan Tim Grab (Ojek Online) tersebut, “Terimakasih kepada saudara/saudari dermawan yang sudah ikhlas membantu meringankan pengobatan Aini dan kebutuhan Aini selama di Jakarta, seperti pampers, susu, uang transportasi, obat yang tidak dicover BPJS,” tuturnya.

Lanjutnya mengungkapkan, “Pada tanggal 21 Juni 2019 Aini terlahir kembar, kami beri nama Aini Nurfadilah (Hidrosefalus) dan Aina Nurfadilah. Tapi, setelah lahir ada yang mengganjal pada fisik Aini, kepala Aini besar dan tubuhnya kurus dan langsung kami bawa ke rumah sakit daerah, seringnya Aini masuk ke rawat inap, hanya 3 hari Aini berada di rumah, selebihnya hingga kini masih di RSCM Jakarta. Karna jauhnya tempat tinggal di Subang, kami memutuskan untuk tinggal di rumah singgah daerah Depok,” tuturnya.

Lanjutnya, “Beberapa kali tes diagnose, hasilnya Aini menderita Hidrosefhalus dan Gizi buruk. Sedih sekali ya Allah mendengar vonis dokter, saat itu aku bertekat agar Aini bisa sembuh dan sehat seperti Aina saudara kembarnya,” ujarnya sedih. (Anen/CJ-Bembeng/Dani)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya